Jumat, 01 Agustus 2014

Mengenal Si Harum, Bunga Sedap Malam


(Dokumentasi Pribadi)

Bunga Sedap Malam atau dalam bahasa latin bernama Polianthes tuberose adalah salah satu jenis bunga yang sering dijadikan sebagai bunga potong. Wangi sedap malam yang sama harumnya seperti melati membuat orang-orang sangat suka dengan keberadaan bunga ini. Tidak heran bila masyarakat Jepang memakai bunga dari Meksiko ini sebagai simbol cinta. Masyarakat Eropa sendiri memakai bunga ini sebagai penghias altar gereja. Selain sebagai bunga hias, bunga sedap malam juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti mengobati insomnia, influenza, dan rematik.

Dalam klasifikasi ilmiah, bunga sedap malam termasuk dalam Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Class Liliopsida, Ordo Asparagales, Family Agavaceae, Genus Polianthes, dan Species Polianthes tuberosa. Bunga ini tumbuh seperti rumput dengan tinggi 0,5-1,5 m. Satu rumpun batang sedap malam tumbuh dari beberapa umbi. Selain sebagai penyimpan makanan, umbi sedap malam bisa juga digunakan untuk mengembangbiakkan tanaman dengan cara vegetatif. Daun sedap malam bentuknya memanjang seperti tanaman rumpun lainnya, dengan ukuran maksimal 60 cm. Tangkai bunga sedap malam berbentuk memanjang di ujung tanaman dan di setiap ruas akan muncul daun bunga yang pipih dan memanjang berukuran lebih kecil dibanding daun pada umumnya. Umumnya, pada setiap tangkai bunga, terdapat 5-15 kuntum bunga. Bunga sedap malam tidak akan mekar secara serempak. Biasanya kuntum bunga pada bagian bawah akan mekar lebih dulu, lalu kuntum bunga di atasnya akan bermekaran secara berurutan.

Jenis bunga ini termasuk tanaman yang mudah beradaptasi dengan daerah panas. Di Indonesia sendiri, bunga sedap malam banyak dikembangkan di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Bunga sedap malam sudah sejak lama ditanam di Indonesia, sehingga masyarakat menganggapnya sebagai tanaman lokal. Ada dua bunga sedap malam yang bervarietas unggul, yaitu Roro Anteng yang berasal dari Pasuruan dan Dian Arum yang berasal dari Cianjur. Kedua varietas unggul berbunga semi ganda ini dilepaskan oleh pemerintah kabupaten masing-masing dengan bantuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur dan Balai Penelitian Tanaman Hias.

Dibanding tanaman hias yang lain, bunga sedap malam memang belum berkembang pesat. Namun, pada kenyataannya, telah banyak petani di sentra-sentra bunga potong yang menanam bunga sedap malam, seperti petani di Berastagi (Sumatera Utara), Tasikmalaya (Jawa Barat), Cianjur, Sukabumi, Pasuruan (Jawa Timur), Malang, dan Bandungan (Jawa Tengah). Pada umumnya, bunga sedap malam akan mulai berbunga saat telah berumur 4-5 bulan semenjak penanaman. Bunga sedap malam dapat dipanen setelah kuntum bunga mekar, boleh satu kuntum ataupun dua kuntum. Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong tangkai bunga sedap malam dengan menggunakan gunting atau menarik tangkainya hingga lepas dari rumpun tanaman. Masing-masing rumpun tanaman bisa menghasilkan 3-5 tangkai. Bunga sedap malam akan tetap produktif hingga berumur 2 tahun semenjak penanaman.

Bunga sedap malam sangat terkenal akan kesegarannya yang bisa bertahan lama. Walaupun bunga sedap malam telah dipotong, bunga akan tetap segar hingga 10 hari. Saat ini, flora khas Jawa Timur ini telah banyak dibudidayakan di banyak daerah di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai bunga potong, bunga sedap malam dapat juga diolah untuk membuat parfum.

Oleh : Rahel Simbolon


Related Posts :