Senin, 11 Agustus 2014

Menjaga kebudayaan Indonesia dari ancaman westernisasi budaya

Pada saat sekarang ini, dunia tidak bisa dipisahkan dari globalisasi. Globalisasi merupakan salah satu fenomena sosial saat ini. Hampir setiap orang di muka bumi ini, tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi dan menjadi bagian dari globalisasi termasuk Indonesia. Sebut saja facebook atau twitter yang dapat dikatakan sebagai ikon globalisasi. Hampir semua orang di muka bumi ini memiliki akun facebook dan twitter. Disadari atau tidak, globalisasi hampir memengaruhi semua aspek kehidupan.

Globalisasi adalah faktor yang mendorong terjadinya westernisasi budaya. Menurut Jan Art Scholte, salah satu konsep di dalam globalisasi adalah westernisasi (2005, 15-17). Westernisasi di sini dapat didefinisikan sebagai menyebarnya nilai-nilai modernitas ke seluruh dunia, di mana modernitas itu akan menghapus dan mengikis nilai-nilai kehidupan setempat. Budaya ,sebagai suatu nilai,sudah tentu akan semakin hilang sejalan dengan globalisasi yang semakin hari semakin pesat.

Kebudayaan asing dengan mudahnya dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Tentu saja kebudayaan lokal akan semakin terkikis akibat globalisasi tersebut. Bukan tidak mungkin budaya asli Indonesia akan hilang sama sekali akibat globalisasi Pada akhirnya Indonesia akan kehilangan identitasnya aslinya karena kebudayaan aslinya sudah hilang.

Budaya merupakan identitas suatu bangsa. Tanpa budaya, maka suatu bangsa akan kehilangan karakter dan identitasnya. Budaya merupakan aset yang sangat berharga yang tidak ternilai bagi suatu bangsa. Budaya pun dapat menunjukkan eksistensi suatu bangsa. Oleh karena itu, kebudayaan asli harus dipertahankan dari pengaruh westernisasi.

Hampir setiap hari, masyarakat Indonesia selalu disajikan kebudayaan asing melalui televisi atau media lainnya, misalnya musik-musik dari barat atau pun film-film box office serta Hollywood. Ini dapatkan dikatakan sebagai penyebaran kebudayaan-kebudayaan asing di Indonesia. Akibat dari penyebaran kebudayaan ini, sangat sulit untuk melihat pertunjukan seni-seni kebudayaan lokal di Indonesia.

Indonesia, sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya, tentunya harus dapat menyikapi globalisasi tersebut. Jangan sampai globalisasi menghapus keragaman budaya Indonesia. Tentunya diperlukan cara-cara tertentu untuk mempertahankan kebudayaan asli Indonesia. Beberapa cara untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia dari pengaruh globalisasi adalah :

Melalui pendidikan formal di berbagai jenjang pendidikan

Pelajaran tentang pengetahuan ilmu kebudayaan Indonesia harus dijadikan sebagai pelajaran wajib di sekolah atau di tingkat perguruan tinggi. Dengan memasukkan pelajaran kebudayaan Indonesia ke dalam kurikulum formal maka masyarakat Indonesia tidak akan terasing dari kebudayaannya sendiri dan pada akhirnya masyarakat Indonesia akan lebih memilih mencintai kebudayaan sendiri daripada menerima kebudayaan asing.

Dengan memasukkan pelajaran pengetahuan ilmu kebudayaan Indonesia ke dalam kurikulum formal di berbagai jenjang pendidikan, maka pelajaran kebudayaan Indonesia akan mendidik masyarakat Indonesia itu sendiri untuk menjadi bangsa Indonesia.

Melalui perlombaan bertema kebudayaan Indonesia

Mengadakan perlombaan bertema kebudayaan Indonesia diharapkan akan meningkatkan minat dan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia. Beberapa bentuk perlombaan dapat berbentuk lomba seni musik tradisional, lomba membuat film dokumenter bertema budaya lokal, atau lomba fotografi kebudayaan Indonesia,

Membangun dan mendukung organisasi kesenian lokal

Membangun organisasi kesenian lokal diharapkan akan meningkatkan minat dan perhatian masyarakat Indonesia untuk mempelajari seni budaya lokal. Organisasi kesenian lokal pun harus didukung secara finansial maupun non-finansial agar organisasi kesenian lokal dapat bertahan.

Menggunakan bahasa lokal atau simbol-simbol budaya lokal secara resmi

Untuk mempertahankan kebudayaan lokal, simbol-simbol budaya lokal seperti bahasa ataupun pakaian daerah harus dijadikan sebagai hal yang resmi Dengan demikian, masyarakat akan menggunakannya dan tidak akan merasa canggung atau malu untuk menggunakan bahasa daerah ataupun pakaian daerah.

Oleh : Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)


Related Posts :