Jumat, 12 September 2014

Tips Melunakkan Masalah Dalam Keluarga

Konflik, rasanya kita sudah tak asing lagi mendengar kata ini. Konflik dapat di artikan sebuah keniscayaan. Sangat disayangkan ternyata begitu banyak pasangan yang bercerai karena tidak mampu mengelola konflik. Kita tidak boleh alergi dengan konflik. Walaupun terdengar klise, namun hal yang utama yang mesti di jaga dalam meluluhkan konflik adalah menjaga komunikasi dengan baik.

Konflik itu muncul biasanya karena ada sesuatu yang tidak di sukai oleh pasangannya, bisa jadi karena perilakunya, sikap dan gaya hidupnya, sehingga semakin tampak menonjolkan perbedaan. Dan di situlah sebenarnya arena konflik akan di mulai. Tidak sedikit kasus pasangan yang berkonflik mencari jalan keluar yang salah untuk menyampaikan rasa tidak nyaman dalam hatinya. Kemudian curhat ke lawan jenis, kepada teman dan sahabat, chatting bahkan curhat di dunia maya. Secara tidak sadar bahwa ia sedang membuka kekurangan dari pasangan hidupnya. Sadarkah anda? Peristiwa ini kerap membuat pihak lain yang sedang menyanjung pasangan hidup anda menjadi senang, karena akan menjadi peluang baginya untuk mendekati pasangan anda.

Dr. Zakaria Ibrahim, seorang psikolog menegaskan bahwa suami istri itu memiliki ruang yang harus selalu di isi dengan kebersamaan, saling merasa senasib sepenanggungan dan suami istri hendaklah bersumpah untuk saling setia. Karena ketulusan dari hati sangat di perlukan dalam merajut rumah tangga. Kalau sudah tulus pasti bisa saling mengontrol kehidupan dari konflik. Sebaiknya jangan alergi dengan konflik, hadapi dengan cerdas melalui dengan komunikasi yang baik sehingga perbedaan itu semakin dapat terkikis.

Apakah pasangan anda berselingkuh,? karena tidak mampu menghadapi konflik dalam rumah tangga, lalu bagaimana solusinya? Berikut adalah Tips komunikasi sejuk yang bisa anda terapkan jika sedang menghadapi konflik.



  1. Jangan cepat emosi, karena ini justru akan memancing pertengkaran. Menahan emosi merupakan cara yang tepat dalam menghindari konflik.
  2. Anda harus pandai menghormati pendapat pasangan anda atau orang lain. Jangan langsung memvonis bahwa pasangan anda yang salah. Sebaiknya muhasabah diri dulu.
  3. Jika anda merasa bahwa anda yang salah cepat-cepatlah mengakui dan meminta maaf dengan tulus dan ikhlas.
  4. Mulailah segala sesuatu dengan cara yang ramah, hindari kekerasan dan membentak pasangan
  5. Jika pasangan anda yang salah, ubahlah ia dengan pendekatan persuasif bukan dengan konfrontatif.
  6. Biarkan pasangan anda untuk lebih banyak berbicara, karena dari situlah kita mengetahui kekurangan kita.
  7. Cobalah melihat permasalahan melalui kacamata orang lain.
  8. Bersikaplah simpatik terhadap gagasan dan pemikiran orang lain.
  9. Sentuhlah hati pasangan anda dengan cara yang baik, memulai dengan nada suara yang lembut dan santun.
  10. Kemudian jelaskanlah maksud pikiran anda dengan jelas dan menarik, sehingga muncul komunikasi yang sifatnya umpan balik. Dan ini akan berimbas dengan melajunya komunikasi yang baik pula.

Oleh : Ade Sundari
Sumber Gambar dan Referensi : Majalah Gontor tahun 2010


Related Posts :