Rabu, 15 Oktober 2014

Gampang Stres, Maka Menulislah Obatnya (Mengungkap Tabir Keajaiban Menulis - 1)

Menulis merupakan forum terbaik untuk menumpahkan apa saja yang mengganggu pikiran dan perasaan anda. Sepenggal kata oleh seorang intelektual sekaligus peneliti dari Maroko ini seketika membuat pikiran kita nyaris terkotak-kotak. Ia juga mengungkapkan dalam hasil penelitiannya tentang menulis bahwa banyak sekali manfaat yang bisa di rasakan oleh seorang penulis, selain meningkatkan kualitas kesehatan manusia, dengan menulis ternyata juga bisa menjadi “terapi” yang berpotensi menyembuhkan berbagai penyakit. Masih sangat tabuh bila kita membicarakan obat dari berbagai penyakit adalah menulis, memang tidak semua penyakit bisa disembuhkan dengan menulis tapi dengan menulis setidaknya dapat mencegah berbagai penyakit. Bagaimana bisa? Dikarenakan dengan menulis seseorang bisa mengekspresikan apa yang ia rasakan dan apa yang ia ingin katakan. Menulis dapat menghasilkan perubahan pada sistem imunitas dan hormonal dalam merespons beban stress dan meningkatkan hubungan dan kemampuan kita melawan stress. Sebuah studi di Chicago Medical School menemukan bahwa ketika penderita kanker yang kurang diperhatikan keluarganya lalu ia menuliskan tentang penyakit yang dideritanya selama 20 menit setiap hari mereka jadi jarang mengalami stress 6 bulan berikutnya.

Jika anda menyenangi puisi dan suka menulis, apakah anda tau bahwa kebiasaan tersebut sangat mempengaruhi perkembangan mental dan psikologi diri anda. Meletakkan pulpen di atas kertas dan membubuhkannya menjadi rangkaian tulisan memicu untuk mengurangi perasaan takut dan marah. Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa menulis pengalaman pribadi mempunyai efek “pencuci perut” karena sebagian otak terhubung dengan emosi dan aktivitas sekitar wilayah otak sangat berhubungan erat dengan control diri.

Dapat dimaknai secara lanskap kepribadian bahwa menulis seolah-olah meletakkan seluruh perasaan ke dalam tulisan. Sehingga hati akan merasa lega seperti telah bercerita akan masalah yang dihadapinya sebagaimana banyaknya remaja saat ini yang menceritakan kisah hari-harinya ke dalam buku diari. Dengan menulis itu berarti kita telah membeberkan peristiwa hidup yang menjadi beban dalam benak yang disimpan sendiri, setelah selesai menulis seakan-akan kita telah curhat pada seseorang. Tak menunggu lama untuk bisa menulis dan mengeluarkan segala yang dikeluhkan. Anda bisa menulis apa saja yang menjadi pertanyaan-pertanyaan dalam diri anda, baik itu senang, sedih maupun keadaan susah. Semua dapat tercurahkan dengan menulis.

Berkreasi melalui emosi, ini adalah kegiatan yang bisa menjinakkan apa yang kita rasakan. Orang yang menuliskan seluruh emosi dan pengalamannya dalam sebuah tulisan, seolah bisa membuat dan menempatkan seluruh pengalamannya dalam sebuah frame, dan ketika anda membacanya dalam waktu yang tepat, di saat itulah anda tau dengan jelas masalah apa yang sedang anda hadapi.

Manfaat yang bisa dirasakan oleh orang lain juga banyak, contohnya jika anda mempunyai pengalaman yang sangat inspiratif dan sifatnya membangun jiwa dapat anda tuliskan dalam sebuah buku yang bisa dibaca oleh banyak orang. Tingginya kualitas tulisan dan cerita yang anda bubuhkan maka tinggi pula nilai inspiratif yang akan menyuntik motivasi jiwa pada setiap orang yang membacanya. Sebut saja penulis best seller Oki Setiana Dewi dan A. Fuadi yang sukses dengan buku buku yang tinggi akan kualitas nilai islaminya sekaligus memaparkan perjuangan melawan hidup dan semangat mewujudkan mimpi, telah menjadi salah satu buku yang inspiratif di negeri ini. Mereka telah berbagi dan menyebarkan virus motivasi dari tulisan.

Banyak cara untuk bisa menjadi penulis, menuliskan buku diari juga dikatakan penulis, mulailah menulis di buku diari, dan beranjaklah setelah itu naik satu tingkat menulis artikel di media massa dan seterusnya. Intinya adalah bahwa menulis selain menyehatkan tubuh kita dan melegakan perasaan, menulis juga bagian dari kegiatan berbagi ilmu pengetahuan, motivasi diri, dakwah dan juga aplikasi dari demokrasi. Dan masih banyak lagi keajaiban menulis, akan di lanjutkan pada artikel selanjutnya.

Oleh : Ade Sundari
Sumber & Referensi : Dawami, M Iqbal.2010. The Miracle of Writing. Yogyakarta: Leutika


Related Posts :