Senin, 13 Oktober 2014

Kasur Yang Sesuai Kebutuhan

Kasur bukan sekadar peralatan pendukung tidur. Ahli kesehatan banyak yang telah melakukan penelitian tentang manfaat kasur untuk kesehatan. Penelitian yang terkait kesehatan ini malah kian fokus pada pengaruh kasur terhadap kondisi tulang belakang manusia. Selain mengantarkan kita agar dapat tidur lelap, kasur di masa kini didesain untuk menambah penampilan apik dari desain interior kamar. Karena menyangkut rasa tentang keindahan, rancangan kasur pun makin beragam dan berusaha menangkap berbagai selera konsumen.

Desain apik saja tidak cukup, sebab produsen kasur juga mengaplikasikan beragam teknologi yang diklaim membuat konsumen kian puas memakai produknya. Akibatnya, harga kasur pun bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun, semahal apapun harganya, hampir semua kasur memiliki kekurangan di samping kelebihannya. Untuk itu, konsumen harus jeli saat memilih kasur agar sesuai kebutuhan tidur kita. Di pasaran ada beberapa jenis kasur, berikut diantaranya.

Pertama, kasur busa. Bahan pembuatan kasur busa telah melalui proses kimiawi. Kasur ini lebih dulu hadir di pasaran daripada spring bed. Bahan busa membuat kasur jenis ini cukup empuk dan nyaman. Kualitas kasur busa tergantung pada jenis busa yang digunakan. Namun, umur pemakaian kasur ini umumnya tak lama. Sebab, busa yang terus – menerus ditindih bobot badan penggunanya akan berkurang kelenturannya dan kemudian kempis.

Kasur busa juga dinilai panas. Di samping itu, sejumlah ahli berpendapat, banyak kasur busa yang mengandung bahan polybrominated dipherilethers, yaitu senyawa yang mengandung karbon dan bromin. Senyawa ini dinilai membawa efek tidak baik terhadap kesehatan.



Kedua, kasur kapuk. Kasur ini merupakan perlengkapan tidur tradisional yang dikenal di masyarakat luas. Kasur yang bahan dasarnya berasal dari buah pohon randu ini dianggap mampu menyerap panas. Kasur kapuk tergolong nyaman dipakai karena empuk. Jika kempis setelah dipakai sekian lama, umumnya cukup dijemur di bawah terik matahari agar kapuk tersebut bisa mengembang kembali.

Namun, kasur kapuk itu sendiri sering tak cocok untuk pengguna yang menyandang alergi. Sebab, penumpukan debu di permukaan kasur sulit dibersihkan dan kutu busuk (*tumila – kalau kata orang sunda) kerap tumbuh hidup di sela – sela kasur. Belum lagi jika ada bagian kasur yang sobek, kapuk bisa menyembul keluar dan bisa menyebabkan pernapasan jadi terganggu karena elemen – elemen kecil kapuk yang mudah terbang dan terhirup oleh manusia.



Bijaklah anda dalam memilih kasur bagi kebutuhan anda, tidak perlu bermewah – mewah atau terlalu kikir untuk membelinya. Karena kondisi tidur yang baik dan jam tidur yang cukup bisa memberikan anda energi dan tenaga yang positif untuk melakukan aktivitas anda sehari – hari. Sehingga aktivitas anda pun tidak terkendala karena salah tidur atau kurang tidur yang disebabkan tempat tidur yang tidak nyaman. Dan jangan lupa berdoalah sebelum anda tidur, agar tuhan dan para malaikatNya menjaga saat anda tertidur.

Oleh : Ade Wahyu Nurjaman
Gambar 1 : http://1.bp.blogspot.com/_Gzs7GJIB1R4/SVmZEAFZByI/AAAAAAAAAJg/AgQemAL9WD4/s200/kasur2.jpg
Gambar 2 : http://rumahkerajinan.com/produk3/kasur_kapuk_rintik.jpg


Related Posts :