Rabu, 15 Oktober 2014

Ketertarikan Kepada Orang Lain (Interpersonal Attraction)

Sebagai makhluk sosial manusia tidak akan lepas dari menjalin hubungan dengan orang lain. Hubungan yang terjalin bisa bermacam-macam, baik itu hubungan relasi bisnis, teman, kelompok dan yang paling erat adalah hubungan keluarga. Sebelum proses sosial dengan orang lain dimulai, biasanya terdapat ketertarikan antara tiap individu untuk mengenal orang baru. Ketertarikan kepada orang lain (Interpersonal Attraction) pada masing-masing individu bisa serupa ataupun berbeda-beda. Karena pada dasarnya manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Interpersonal Attraction ini kemudian akan memancing individu untuk memulai proses sosial. Caranya bisa bermacam-macam pada masing-masing orang. Ada yang langsung membuka percakapan, ada yang mencari tahu informasi tentang lawan bicaranya terlebih dahulu, dll. Walaupun terdapat berbagai macam cara, kebanyakan orang akan membuka percakapan langsung kepada lawan bicaranya. Karena selain menghemat waktu kita sendiri dapat menilai secara pasti bagaimana sikap seseorang terhadap orang yang baru ditemuinya.

Percakapan yang terjadi diantaranya individu akan menunjukkan adanya persamaan ataupun perbedaan. Terkadang lawan bicara memiliki pemikiran yang berbeda atau bahkan topik yang dibicarakan sama sekali tidak nyambung. Persamaan dan perbedaan ini disebut sebagai perbandingan komunikasi. Perbandingan komunikasi memiliki dua jenis derajat, yaitu;

  1. Homophily, merupakan derajat interaksi interpersonal yang memiliki kesamaan dalam atribut (sikap, pengalaman, bahasa, intelektual, kesukaan, hobi, dsb). Tingginya intensitas komunikasi akan meningkatkan tingkat homophily, dan kecenderungan orang yang memiliki hobi yang sama akan memiliki derajat homophily yang tinggi.

  2. Heterophily, merupakan derajat interaksi interpersonal yang atributnya berbeda. Derajat ini kurang efektif untuk mencapai tujuan komunikasi kecuali kedua belah pihak memiliki empati yang cukup tinggi. Namun, secara umum perbedaan yang mencolok pada lawan bicara akan menurunkan intensitas komunikasi di masa depan dan yang lebih buruk tidak terjalinnya komunikasi sama sekali.

Pada kehidupan sehari-hari perbedaan pendapat dapat menyebabkan perdebatan atau bahkan perselisihan. Oleh karena empati sangat dibutuhkan agar terhindar dari perdebatan yang tidak perlu. Namun, ada hal yang harus kita perhatikan bahwasanya ketertarikan kepada orang lain dapat terjadi ketika pra-komunikasi atau pasca-komunikasi. Begitu juga sebaliknya tidak tertariknya seseorang kepada orang lain juga bisa terjadi pada pra-komunikasi atau pasca-komunikasi.

Ketertarikan dengan orang lain juga dapat dipengaruhi 3 hal. Yaitu; status, kesamaan sikap dan kesamaan latar belakang.

  1. Status. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat berbagai macam status yang berlaku, baik itu status yang tinggi ataupun yang rendah. Individu dengan status tinggi lebih suka berinteraksi dengan sesamanya. Hal ini kemudian akan membentuk kelompok pada individu dengan status yang tinggi. Kemudian pada individu dengan status rendah lebih suka berinteraksi dengan individu yang berstatus lebih tinggi. Terdapat berbagai macam alasan dalam interaksi tersebut yang menjadikan individu ingin memperoleh status yang tinggi.

  2. Kesamaan Sikap. Hal ini didasarkan kepada kesamaan profesi antar individu. Karena profesi yang sama pada umumnya mampu mempermudah komunikasi. Contohnya adalah sesama pelajar, teman sejawat, tentara, buruh, bahkan pasangan pernikahan.

  3. Kesamaan Latar Belakang. Hal ini lebih kompleks kaitannya pada tatanan masyarakat. Kesamaan pada hal ini didukung oleh faktor status sosio ekonomi, agama, jenis kelamin, dan umur.

Ketertarikan kepada orang lain bisa didasarkan kepada banyak hal. Perbedaan dan kesamaan yang terjadi pada masing-masing individu merupakan hal yang wajar. Begitu juga dengan cara bersosialisasi setiap orang. Namun, perbedaan tersebut bukanlah menjadi pemecah antar individu melainkan menyatukan pemikiran dan menjadikan kita sebagai orang empati dan bijaksana.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Interpersonal_attraction
Sumarwan, Ujang. 2011. Perilaku Konsumen. Bogor: Ghalia Indonesia


Related Posts :