Kamis, 30 Oktober 2014

Pantang Berputus Asa

Ijazah S2 dan pendidikan formal tidak menjamin kesuksesan seseorang dalam mengarungi hidup. Sebab banyak kita saksikan orang yang putus sekolah namun sukses. Al-Qur’an menegaskan: “Janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah. Baru-baru ini mahasiswa seorang mahasiswa S2 (Juli 2014) minta disuntik mati karena putus asa sebagai pengangguran. Inilah bukti hebat orang–orang yang pantang berputus asa…

Thomas Alva Edison, (1847 – 1931) dinyatakan bodoh dan dikeluarkan dari sekolah oleh gurunya. Nancy, Ibunda Thomas membesarkan hati anaknya dengan berkata: “Thomas, anakku sayang, kamu adalah anak yang genius. Ibu akan mengajarimu di rumah dengan tekun dan sabar. Inilah awal mula home schooling. Suatu hari Thomas ingin membuat bola lampu, ia mencoba ribuan bahan yang tipis untuk filament bola lampu. Pada percobaan yang ke 700 Thomas masih belum menemukan jawabannya. Bagaimana reaksi Thomas? Ia pantang menyerah. Berkat kesabaran dan ketekunannya Thomas menemukan bola lampu listrik. Bayangkan seandainya Thomas diizinkan bersekolah oleh gurunya, kita pasti masih memakai lampu lilin. Kesabaran Thomas sempurna, padahal sekolah formalnya hanya tiga bulan.

Prof. Dr. Hamka hanya mengenyam pendidikan sampai kelas V SD. Ia belajar secara otodidak dan gila membaca buku, gemar bertanya tentang apapun, suka menulis, dan berani merantau. Ini mengantarkan lelaki yang lahir tahun 1908 di tepi Danau Maninjau Sumatera Barat itu seorang ulama intelek kaliber dunia. Lebih dari 120 buku yang beliau tulis dengan mesin ketik manual. Karya terbesarnya tentulah tafsir Al-Azhar 30 juz yang diselesaikan selama dua tahun setengah di penjara. Komentar beliau tentang dunia tulis menulis adalah: Banyak kawan saya yang terlalu takut mengarang, maju mundur sehingga tak pernah mengarang. Mereka tak punya keberanian, karena ingin karangannya sempurna. Mana ada di dunia ini yang sempurna?” tanya Hamka, retorik.

Haji Agus Salim (1884-1954) diplomat ulung Indonesia itu hanya lulusan SMA di masa penjajahan Belanda. Beliau dikenal sebagai mentor – guru politik Islam bagi banyak pemimpin bangsa Indonesia. Dwi tunggal Haji Agus Salim dan HOS Tjokroaminoto (1882 -1934), lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, memajukan Syarikat Islam, partai politik Islam yang paling menonjol di masa pra – kemerdekaan. Keduanya sukses besar berprestasi dan bermanfaat bagi orang banyak meski bukan lulusan perguruan tinggi manapun. Selain sebagai diplomat, Haji Agus Salim juga berprofesi sebagai khatib dan penerjemah. Beliau menguasai 7 bahasa. Arab, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Turki, dan India.

Bill Gates muda dalam usia 19 tahun keluar dari universitas terbaik Amerika, yaitu Harvard University. Ia memulai wirausaha kecil di garasi rumahnya. Belajar dan bereksperimen terus siang dan malam sehingga berhasil menjadi pengembang software terbesar yaitu Microsoft Inc. Kini ia menjadi salah satu manusia terkaya di planet Bumi.

Sebagai penutup, perhatikanlah kehidupan laba-laba. Setiap kali jaringnya rusak, bergegas ia membuat kembali dengan air liurnya. Cara yang terbaik dalam menyikapi hidup adalah selalu berprasangka baik terhadap Allah, karena Allah memang sebaik-baiknya pemberi rejeki.

Oleh : Bobby Prabawa


Related Posts :