Rabu, 29 Oktober 2014

Siapa yang beresiko buta warna ?

Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan tidak adanya kemampuan sel- sel kerucut mata untuk menangkap warna. Biasanya penderita buta warna akan kesulitan untuk membedakan warna atau buta terhadap warna-warna tertentu. Masalah pada seseorang yang menderita buta warna mereka tidak bisa membedakan warna hijau (deuteranomali) atau warna merah (protanomali) dan kebutaan warna hijau (deuteranopia) atau warna merah (protanopia). Penyakit biasanya disebabkan karena kelainan genetis. dan menurut medis penyakit ini belum bisa disembuhkan. Jadi, biasanya buta warna itu terjadi sejak seorang anak baru lahir. Biasanya seorang anak mulai dapat membedakan warna mulai usia 18 bulan.

Untuk para orangtua, memang ada baiknya untuk memeriksakan kondisi anak-anak anda sejak dini untuk mengetahui apakah anak anda menderita buta warna atau tidak. Karena hal tersebut akan berpengaruh untuk kehidupannya di masa mendatang. Karena saat ini saja sudah banyak instansi pendidikan dan perusahaan-perusahaan yang mengharuskan untuk melakukan tes buta warna sebelum masuk ke instansi pendidikan atau perusahaan tersebut.

Berikut beberapa gejala buta warna :

  • Sulit untuk melihat tingkat kecerahan warna maupun membedakan jenis warna padahal warna tersebut biasa saja.
  • Tidak mampu membedakan beberapa warna yang mirip.
  • Sulit mengingat suatu warna

Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya buta warna :

  • Bawaan lahir atau genetik biasanya jika hampir 80% anak-anak yang orang tuanya mengalami buta warna akan mengalami buta warna juga.
  • Masalah medis, ada beberapa penyakit yang memicu terjadinya buta warna misalnya : katarak atau diabetes yang menyerang organ penglihatan seseorang.
  • Dampak penuaan

Untuk mengetahui kita atau keturunan kita mengidap buta warna atau tidak dapat diketahui dengan mengikuti tes buta warna. Tes standar untuk mendiagnosa buta warna adalah tes Ishihara, biasanya tes ini digunakan oleh kantor-kantor, sekolah dan instansi lainnya untuk menyeleksi mahasiswa atau karyawannya. Tes Ishihara terdiri dari 38 set warna yang secara ekstensif menskrining buta warna. Masing masing set terdiri atas lingkaran-lingkaran dengan banyak titik – titik mozaik berwarna hijau atau merah yang berbeda. Di dalam mozaik terdapat pola-pola angka yang tidak dapat dilihat oleh orang buta warna tetapi mudah dilihat oleh orang normal.

Walaupun penyakit buta warna turunan belum dapat disembuhkan, ada beberapa cara yang dapat membantu penderitanya. Berikut beberapa cara yang bisa membantu penglihatan bagi orang yang menderita buta warna:

  1. Menggunakan kacamata dengan lensa warna. Tujuannya adalah untuk memudahkan si penderita untuk membedakan warna. Cara ini sudah terbukti pada beberapa penderita.
  2. Menggunakan kacamata yang dapat mengurangi cahaya yang silau. Biasanya seseorang yang buta warna dapat membedakan warna lebih jelas jika dengan kondisi cahaya yang tidak terlalu terang.
  3. Jika tidak dapat melihat warna samasekali atau buta buta warna total, penderita dianjurkan menggunakan kacamata dengan lensa gelap dan mempunyai pelindung cahaya pada sisinya.

Untuk orang yang menderita buta warna karena penyakit atau bukan karena keturunan masih bisa dapat disembuhkan. Misalnya, penderita warna karena katarak dapat sembuh jika katarak pada matanya diangkat.

Oleh : Mayra Sugandi
Sumber : http://solusibutawarna. com/2013/12/15/buta-warna/


Related Posts :