Kamis, 20 November 2014

Andrie Wongso, Sang Motivator Nomor Wahid di Indonesia

Bagi Anda yang suka membaca kata-kata motivator pasti mengenal salah satu motivator terbaik Indonesia, Andrie Wongso. Beliau bergelar The Best Motivator di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai pengusaha sukses dengan kerajaan bisnisnya. Tapi tahukah Anda, perjalanan hidup beliau sebelum sukses menjadi motivator seperti yang Anda lihat sekarang ini? Andrie Wongso adalah salah satu orang sukses yang pernah mengalami drop out dari sekolahnya.

Andrie Wongso lahir di kota apel Malang, pada Desember 1954. Ia anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya adalah laki-laki. Andrie Wongso terlahir dari keluarga yang sangat miskin. Masa kecilnya dilalui dengan penuh keprihatinan bersama kedua orang tua dan saudara-saudaranya di sebuah rumah kontrakan yang kecil.

Andrie Wongso bersekolah di sebuah SD Mandarin. Akibat gejolak pemberontakan Gestapu PKI mengharuskan sekolahnya ditutup. Andrie yang saat itu duduk di kelas 6 SD, harus melupakan mimpinya melanjutkan pendidikan karena kedua orang tuanya tidak punya biaya untuk pindah sekolah. Andrie merasakan kesedihan yang sangat pada saat itu , namun seiring usia bertambah ia pun semakin toleran terhadap kenyataan hidup. Andrie terus membantu ibunya berjualan kue ke toko-toko di pasar yang ada di Malang.

Perjalanan waktu terus berputar. Andrie tumbuh menjadi anak yang tegar dan selalu bekerja keras. Andrie merasa kesulitan hidup bisa diubahnya. Ia boleh lahir dari keluarga tidak mampu, tetapi bukan berarti ia tidak bisa sukses.

Tekadnya untuk mengubah nasib sudah bulat . Menginjak usia 22 tahun Andrie meninggalkan tanah kelahirannya untuk merantau ke Jakarta. Ternyata Jakarta bukanlah tempat yang bersahabat bagi Andrie. Kesulitan demi kesulitan ia temui saat menjalani hari-hari di ibu kota. Pekerjaan apa pun dikerjakan Andrie Wongso asal halal. Andrie Wongso pernah menjadi salesman produk sabun, alat-alat listrik dan kabel di Pasar Kenari Jakarta. Dari pekerjaan ini ia hanya mendapat Rp 3.000 per bulan.

Andrie pernah pula melamar sebagai bintang film, hingga menjadi pelayan toko di Pasar Kenari, Jakarta. Di sela-sela tugasnya menjadi pelayan toko Andrie Wongso mendirikan perguruan Kungfu bernama Hap Kun Do.



Setelah kembali ke Jakarta karena kurang berhasil dalam karirnya sebagai bintang laga di Hongkong Andrie Wongso bekerja sebagai model. Penghasilan sebagai model jauh lebih besar dari pelayan toko, namun ia merasa profesi ini tidak cocok karena tidak produktif dan tidak sesuai dengan prinsip hidupnya. Andrie Wongso kemudian membuat kartu motivasi yang diberi nama Harvest. Ide ini muncul dari keisengan temannya yang melihat buku diarinya banyak memuat kata-kata mutiara. Sang teman tertarik dan minta dibuatkan kata-kata mutiara. Selanjutnya banyak teman-teman lain yang minta dibuatkan kata mutiara.

Kemudian dengan modal uang simpanannya dari mengajar kungfu, Andrie menawarkan kartu Harvestnya ke toko-toko buku. Dari yang kecil sampai yang besar. Kartu ucapannya tidak langsung diterima. Penolakan-penolakan justru yang paling sering ia terima. Namun Andrie tidak putus asa menawarkan karyanya. Akhirnya seorang pemilik toko bersedia membeli produk Andrie dengan discount 50% dibayar tunai. Andrie senang sekali bisnisnya kartunya mulai beranjak diminati.

Ternyata, setelah dijajakan kartu ucapannya banyak diminati remaja di seluruh Indonesia. Harvest menjadi incaran toko-toko buku dan majalah remaja. Harvest seketika mengangkat seorang Andrie Wongso menjadi jutawan dan pengusaha baru. Julukan “raja kartu ucapan” diberikan konsumen kepada dirinya. Andrie Wongso telah menemukan muara kesuksesannya melalui Harvest.

Kemajuan teknologi membuat Harvest bangkrut. Andrie Wongso memutar otak dan kemudian mendirikan toko yang menjual produk motivasi yaitu seminar-seminar motivasi. Berawal dari sinilah kisah Andrie Wongso sang Motivator nomor satu di Indonesia. Pesan Andrie Wongso yang patut kita renungkan adalah “Jika kita keras terhadap diri sendiri, maka hidup akan mudah. Sebaliknya jika kita lembek terhadap diri sendiri, maka hidup akan sulit. “

Oleh ; Bobby Prabawa
Sumber :
1. Drop Out, Sukses, Kaya, Jayusman Lacanda, Jakarta 2014, Bestari.
2. http://masihmencatat.blogspot.com/2011/09/kumpulan-kata-mutiara-Andrie-wongso.html


Related Posts :