Selasa, 18 November 2014

Review Rumah Gurita

Indonesia memang terkenal dengan urban legend nya yang kental dengan hal-hal yang berbau mistik. Sudah tidak terhitung berapa banyak film indonesia yang mengangkat kisah mengenai urban legend. Termasuk salah satunya film besutan Jose Purnomo dengan judul “Rumah Gurita”.

Rumah Gurita sendiri adalah urban legend yang sangat populer di kota kembang bandung. Film ini mengisahkan tentang seorang gadis yang bernama Selena (Shandy Aulia) yang memiliki indra keenam sejak usianya 9 tahun. Dia dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh orang lain dan dia dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk gaib. Hal itu membuat dia tidak disukai oleh lingkungan sekitarnya. Dia mulai dianggap aneh dan ditinggal oleh teman-temannya, kekasihnya bahkan sampai kakak tirinya pun tidak suka terhadap dia. Karena keanehannya itu dia sampai di droup out dari kampusnya.

Akhirnya Selena pindah ke Bandung untuk memulai kehidupan yang baru dengan lingkungan yang baru. Dia berharap mendapatkan teman baru. Dia tinggal di rumah bekas tempat tinggal orang tuanya dulu. Rumah tersebut terdapat patung gurita raksasa di atap rumahnya. Selena sudah mulai merasakan keanehan sejak pertama kali dia memasuki rumah itu. Sampai akhirnya gangguan yang ia dapat semakin parah. Disana ia bertemu dengan Rio (Boy William) yang ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan Selena. Selena banyak belajar dari Rio bagaimana mengendalikan dirinya dan bagaimana caranya berkomunikasi dengan makhluk-makhluk tak kasat mata tersebut.

Selena harus memberikan sesaji berupa gurita hidup setiap jumat malam jam 12. 00 jika tidak Selena akan mati. Karena dia tidak ingin menjadi budak jin. Dia bertekad mengakhiri semua, Selena dan Rio berjuang untuk melawan jin yang ada di dalam rumah tersebut. Hingga pada akhirnya Selena mendapatkan kehidupan normalnya.

Film ini merupakan film Romantic Horor pertama di Indonesia dengan latar belakang tahun 60 an. Untuk film horor nama besar Shandy Aulia sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan saat ini dia dikenal sebagai spesialis film horor. Dia selalu bisa membawa penonton masuk ke dalam cerita yang sedang diputar di layar bioskop.



Walaupun film ini bergenre horor kalian jangan berharap akan melihat banyak hantu bertebaran. Walaupun penonton cukup dibuat tegang dengan alur cerita dari awal, sound effect yang mendukung dan setting tahun 60 an. Tapi rasanya tidak cukup puas dengan penampakan hantu yang hanya ada beberapa shoot.

Untuk gambar mungkin penonton agak sedikit kurang puas karena film tersebut menggambarkan tahun 60-an akan tetapi gedung-gedung dan setting tempatnya kurang mendukung untuk tahun tersebut hanya terbantu oleh warna yang sengaja di buat jadul. Film ini dibuat romantis pada saat mendekati ending walaupun ending nya sangat biasa dan sudah bisa ditebak.

Over all film ini lumayan bagus untuk ditonton bahkan jumscare nya pun tidak biasa dan tidak tertebak. Film ini dapat menjadi pilihan utama jika anda butuh film horor yang cukup menegangkan dan film ini masih tayang di seluruh bioskop.

Oleh : Mayra Sugandi


Related Posts :