Selasa, 04 November 2014

Rurouni Kenshin: The Legend End

Rurouni Kenshin: The Legend End merupakan film Ketiga dari sekuel keduanya yang tayang pada Agustus lalu yaitu Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno. Film ini di adaptasi dari serial manga terkenal dengan judul yang sama “Rurouni Kenshin (Pengembara Kenshin)“ atau dalam versi barat lebih dikenal dengan nama “Samurai X”.

Film ini menceritakan tentang seorang Hitokiri Battousai (Battousai Si Pembantai) bernama Kenshin Himura dia terkenal karena kemampuan membunuhnya yang luar biasa. Kenshin memutuskan untuk pensiun dari kehidupannya sebagai pembunuh dan kemudian bertemu dengan Kaoru Kamiya dan hidup di perguruan bela diri milik ayah Kaoru.

Dalam sekuel ini sang director ingin langsung menunjukkan klimaks dari dua cerita sebelumnya yaitu Rurouni Kenshin: Romance of a Meiji Swordsman dan Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno karena film ini merupakan film penutup dari trilogi petualangan seorang Hitokiri Battousai. Di film ini Kenshin langsung berhadapan dengan musuh terberatnya yaitu Makoto Shishio. Ia punya gaya bertarung yang mirip dengan kenshin akan tetapi lebih kejam dari kenshin. Shishio ingin menjatuhkan pemerintahan pada saat itu sehingga terjadi pembantaian yang tidak terkendali. Oleh sebab itu Kenshin harus menghentikan Shishio sebelum kota kyoto benar-benar hancur.

Film yang berlatar belakang era Meiji di Jepang ini sudah menarik perhatian sejak sekuel pertamanya muncul. Bagaimana tidak cerita manga karangan Nobuhiro Natsuki ini sangat populer di kalangan para pembaca komik. Melihat tokoh manga atau anime yang kita suka menjadi hidup di layar kaca tentu merupakan hal yang diidam-idamkan para penggemar animasi. Tidak salah jika tim produksi dari Samurai X ini mendapat banyak pujian karena mengadaptasi cerita manga menjadi sebuah Live Action itu tidak mudah terutama dalam pemilihan tokoh, kostum dan penampilan yang dituntut harus mirip dengan tokoh asli anime nya. Tim produksi dari Rurouni Kenshin melakukannya di luar ekspektasi para penggemar Samurai X.

Pemilihan Takeru Sato sebagai Kenshin Himura yang merupakan tokoh kunci dari film ini sangat tepat walaupun penggemar sempat meragukan Takeru untuk menjadi Kenshin akan tetapi dua film sebelumnya membuktikan bahwa Takeru pantas mendapatkan peran Kenshin. Takeru Sato dapat memerankan Kenshin dengan baik karena ia dapat mengubah ekspresinya dari serius menjadi konyol, salah satu ciri khas Kenshin Himura dalam versi manga.



Film ini memiliki sisi artistik yang lumayan baik terutama dari segi gaya bertarung mereka yang tampak alamiah. Special Effect dan Make up Character yang digunakan juga cukup baik dan hampir mendekati versi manganya. Bahkan ada beberapa pertarungan yang membuat penonton menahan nafas dan mengagumi keindahan seni pedang. Tanpa melupakan ciri khas aslinya. Yang membuat film ini lebih menarik bukan hanya teknik bertarung yang apik akan tetapi unsur komedi yang cukup membuat penonton tergelak karena humor sendiri merupakan salah satu unsur yang kuat dari manganya sendiri.

Walaupun film ini akan membuat bingung para penonton yang belum pernah melihat Samurai X dalam versi komik atau animasi karena film ini terlalu padat dari cerita aslinya sehingga ada bagian – bagian dalam manga yang seharusnya menjadi daya tarik tersendiri tidak ditampilkan dan itu juga yang membuat para penggemar Samurai X sedikit kecewa. So, Secara keseluruhan film ini sangat layak untuk ditonton. Saat ini film penutup dari seri Rurouni Kenshin yaitu Rurouni Kenshin: The Legend End sudah dapat dinikmati di Blitz Megaplex .

Oleh : Mayra Sugandi
Sumber Gambar : http://asianwiki.com/Rurouni_Kenshin:_The_Legend_Ends


Related Posts :