Rabu, 21 Januari 2015

Iwan Fals, Legenda Hidup Musik Indonesia

Virgiawan Listanto lahir di Jakarta pada tanggal 3 September 1961. Ayahnya adalah seorang perwira ABRI berpangkat kolonel bernama (almarhum) Harsoyo, dan ibunya yang keturunan Arab dari marga Abdat bernama Lies. Meskipun lahir di Jakarta, masa kecil Iwan dihabiskan di kota kembang, Bandung. Sejak kecil Iwan Fals sudah memiliki bakat bermusik. Setelah tamat SD ia melanjutkan sekolah di SMPN 5 Bandung. Iwan menjadi gitaris kelompok paduan suara di SMPN 5. Iwan pun mengasah kemampuan gitarnya dengan menjadi pengamen di Bandung, ia mengamen sejak berusia 13 tahun.

Setelah lulus dari SMPN 5 Bandung, Iwan melanjutkan pendidikannya di SMAK BPK Bandung. Iwan Fals sempat pindah ke sebuah SMA di Yogyakarta sebelum akhirnya ia menyelesaikan pendidikannya di SMA 26 Jakarta. Di SMA kemampuannya bermain musik dan mencipta lagu semakin terasah. Iwan rajin tampil di acara pentas seni I sekolah-sekolah dan universitas, ia juga sering mengikuti festival-festival musik. Iwan bertemu Rossana atau Ros yang kemudian menjadi istrinya. Saat itu Iwan menjadi pemenang festival musik, dan Ros bertindak sebagai jurinya. Ketika itu Iwan masih kelas 3 SMA.

Setelah lulus SMA, Iwan sempat berhenti bermusik, ia merantau ke Jeddah, Arab Saudi. Namun Iwan merantau hanya dalam masa 8 bulan. Pulang dari Jeddah, Iwan memutuskan kembali ke Bandung. Tak berapa lama Iwan diajak seorang produser ke Jakarta untuk rekaman. Iwan membentuk sebuah grup band bernama Amburadul bersama Toto Gunarto, Helmi, dan Bambang Bule. Iwan merelakan untuk menjual motor kesayangannya untuk membiayai master lagu grup Amburadul, sayangnya album tersebut tidak laku di pasaran.


Gambar 1. Iwan Fals

Iwan Fals sempat kecewa, namun ia terus bernyanyi. Ia kembali mengamen dari satu rumah ke rumah yang lain. Terkadang ia menjajakan suaranya di pasar-pasar kaget atau pasar malam. Tempat favorit Iwan Fals mengamen adalah Blok M. Iwan menuturkan bahwa ketika ia mengamen di Bandung, dirinya pernah disiram kopi panas. Ia menganggap hal itu merupakan pelecut semangat dalam berjuang.

Pemilik sabuk hitam karate ini mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya, ia drop out dari IISIP (Institute Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) karena sibuk bermusik. Iwan Fals terus berjuang bermusik di Jakarta. Dalam rentang waktu sebelum menemui kesuksesan Iwan sudah membuat empat album. Karier bermusik Iwan menemui titik terang saat ia dikontrak Musica, album perdana Iwan bersama Musica berjudul Sarjana Muda.

Pada tahun 1987, Iwan Fals masuk di televisi (TVRI) saat itu dalam acara Mana Suka Siaran Niaga, dalam kesempatan itu Iwan menyanyikan lagu Oemar Bakri, nasib guru yang pilu, lagu ini sukses di pasaran. Pada tanggal 16 Agustus 1999 penggemar Iwan membentuk sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Orang Indonesia atau OI. Yayasan ini diketuai langsung oleh Iwan.

Meskipun ruang gerak Iwan dibatasi, Iwan tetap membuat lagu-lagu yang berisi kritikan kepada pemerintah. Tercatat lagu-lagu Iwan adalah Wakil Rakyat, Tikus-Tikus Kantor, Tante Lisa, Siang Seberang Istana, Bento dan Bongkar. Sosok Iwan Fals kini telah menjadi legenda hidup musik Indonesia.

Oleh : Bobby Prabawa
Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals
2. Kaya, Sukses, Drop Out, Jayusman Lacanda, Penerbit Bestari, Februari 2014.
Sumber gambar :
http://smudgerindonesia.blogspot.com/2014/06/iwan-fals-on-smudge-painting-by-smudger-kang-untung.html


Related Posts :