Selasa, 20 Januari 2015

Rhoma Irama, si Raja Dangdut

Raden Oma Irama, adalah nama asli Haji Rhoma Irama. Ia dilahirkan pada tanggal 11 Desember 1946 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak kecil jiwa seni Rhoma sudah terlihat. Setelah lulus SMA Rhoma melanjutkan kuliah di Universitas 17 Agustus, tetapi karena kesibukannya bermusik Rhoma memutuskan untuk berhenti kuliah.

Tahun 1963 Rhoma mendirikan Gayhand, band ini beraliran pop rock. Merasa bandnya tidak berkembang Rhoma kemudian bergabung dengan Orkes Chandra Leka, aliran musik band ini adalah musik melayu. Akhirnya pada tanggal 13 Oktober 1973, Rhoma Irama mendirikan grup musik Soneta, band ini beraliran dangdut. Rhoma Irama dan Soneta pun disibukkan dengan jadwal manggung yang padat, hampir di seluruh daerah di Indonesia. Kesuksesan ini mendatangkan tawaran main film dari beberapa rumah produksi.

Tahun 1976, Rhoma Irama dan Soneta tampil pertama kali dalam film Oma Irama Penasaran, setahun kemudian (1977) film terbarunya hadir dalam judul Gitar Tua Rhoma Irama, dan Darah Muda. Tercatat film yang dibintangi Rhoma Irama lainnya adalah : Berkelana 1, Berkelana 2, Cinta Segitiga, Satria Bergitar, Nada dan Dakwah. Di bawah bendera Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari penjualan kaset-kasetnya, sebuah prestasi yang patut diacungi jempol dalam dunia musik.


Gambar 1. Rhoma Irama

Walaupun banyak filmnya yang sukses dan Rhoma meraih untung besar, ia tidak pernah menikmati uang tersebut. Hasil dari film ia sumbangkan untuk anak-anak yatim piatu, masjid, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya Rhoma menggunakan dari hasil penjualan kaset dan royalti lagunya.

Kemampuan Rhoma menarik massa dilirik tiga partai politik yang pada saat itu Berjaya. Akhirnya Rhoma bergabung dengan partai PPP (Partai Persatuan Pembangunan) pada tahun 1977. Saat itu PPP masih berlambang Ka’bah. Ia menolak bergabung dengan Golkar yang saat itu adalah penguasa Orde Baru. Namun tahun 1993 Rhoma memilih bergabung dengan partai Golkar, alasan Rhoma bergabung adalah karena saat itu partai Golkar sejalan dengan Islam. Prestasi lain Rhoma adalah ia meraih gelar doctor honoris causa pada bulan Februari 2005 dari American University of Hawai.

Rhoma Irama mengkritik keras Ratu Ngebor, Inul Daratista, karena dianggap goyangannya menodai citra musik dangdut. Kemudian media membongkar pernikahan sirinya dengan Angel Lelga, Rhoma kedapatan berada di apartemen perempuan cantik itu di pagi hari. Akhirnya Rhoma pun bercerai dengan Angel Lelga.

Selama hidupnya Rhoma telah menikah dengan 4 orang perempuan. Pertama Veronika yang dinikahinya pada tahun 1972 dan bercerai pada mei 1985. Kemudian Rhoma menikah dengan lawan mainnya Richa Rahim, Agustus 2003 Rhoma menikah siri dengan Angel Lelga dan pada bulan Mei 2005 diceraikannya. Rhoma pun pernah menikah dengan seorang wanita keturunan Timur Tengah bernama Marwah Ali yang melahirkan anak bernama Ridho Rhoma. Sebagai musisi Rhoma adalah seniman yang sangat produktif, sejak muda hingga kini dan berusia 65 tahun, Rhoma telah menciptakan 685 buah lagu, dan bermain di lebih 20 film.

Oleh : Bobby Prabawa
Referensi :
1. Wikipedia.org
2. Kaya, Sukses, Drop Out, Jayusman Lacanda, Bestari, Februari 2014.
Sumber gambar :
1. http://www.httprumahrumahminimalis.info/info/midi-lagu-dangdut-rhoma-irama.html


Related Posts :