Sabtu, 18 Juni 2016

4 TIPS APABILA HENDAK MENJALANKAN BISNIS GO INTERNATIONAL (PART 2) - Habis

4. Memperluas relasi dengan perusahaan besar, pengacara, dan politisi.

Bahkan dalam setiap aspek kehidupan kita, relasi dengan orang lain tentu saja mempermudah segala kegiatan kita. Misalnya dalam kerja kelompok di sekolah, kita membutuhkan perilaku interpersonal yang baik sehingga orang lain dapat menaruh kepercayaan dan tanggung jawab kepada kita. Sama halnya dengan bisnis, kita SANGAT membutuhkan relasi untuk tetap mempertahankan dan memperluas sayap bisnis kita.


Gambar 1. Kerjasama antara negara Taiwan dan Amerika Serikat

Relasi yang dimaksud adalah hubungan baik dengan perusahaan besar, pengacara, dan politisi. Jika kita memiliki backing banyak perusahaan besar yang mau bekerja sama dengan kita, maka ketenaran pasar kita akan cepat menyebar. Perusahaan yang sudah memiliki nama pasti akan lebih mudah melakukan promosi karena “karisma” yang sudah merebut hati masyarakat. Kemudian, dengan menjalin hubungan dengan (minimal satu) pengacara yang kompeten dalam bidangnya, sengketa perusahaan bisa lebih mudah diselesaikan. Saran ini bukan untuk melakukan korupsi, tetapi bagaimana kita bisa menggunakan kekuatan relasi sebagai pondasi usaha kita. Sementara terakhir, adalah membangun hubungan dengan politisi. Baik dengan jabatan legislatif, menteri perdagangan, atau gubernur, mereka akan sangat membantu jika kita mengikuti “aturan main” dengan baik.

Karena “binatang” kita adalah dunia internasional, akar bidang untuk sukses di dunia bisnis internasional tidak bisa hanya dibangun dengan pendidikan ekonomi, tetapi juga bagaimana kita berpolitik. Apalagi ketika negara yang kita tuju masih dalam tahap berkembang, masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dan banyak kelemahan yang perlu diperbaiki. Peluang “menggiurkan” ketika memulai pangsa pasar di negara berkembang, antara lain:

  • Upah tenaga kerja masih murah
  • Belum banyak pesaing yang terlalu kompeten dibandingkan di negara maju.
  • Investasi dengan modal lebih kecil
  • Sifat konsumtif masyarakat yang belum terkontrol dengan baik
  • Biaya promosi lebih rendah

Namun bersaing “kejam” di negara berkembang masih belum bisa terlaksana penuh karena kebijakan pemerintah yang masih bersifat protektif (kini Indonesia hampir meninggalkannya. Yang dimaksud kebijakan pemerintah yang protektif adalah kebijakan dengan menentukan barrier tarif maupun non-tarif.

  • Barrier tarif adalah penghalang berupa pajak dalam setiap produk impor yang masuk ke negara tersebut. Penghalang ini dimaksudkan agar perusahaan dan industri lokal bisa terjaga eksistensinya. Pemerintah dengan kebijakan protektif akan menghalangi perbuatan monopoli sedemikian rupa.
  • Barrier non tarif adalah penghalang berupa hal-hal yang tidak berupa pajak (misalnya: kuota) impor yang masuk ke suatu negara. Dengan kuota yang terbatas, produk asing tidak akan dijual lebih dari jumlah kuota produk lokal yang dihasilkan.

Sementara itu, kita bisa sangat bebas membangun perusahaan kita di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa. Mereka sudah menganut sistem perdagangan internasional liberal yang menganut teori market-centered approach. Paham itu mengatakan bahwa mekanisme pasar harus dibiarkan jalan sendiri dan peran negara yang “protektif” dianggap sangat menghalangi kegiatan ekonomi itu sendiri.


Gambar 2. Butuhnya inovasi sebagai pusat berbagai aspek

Di dalam negara-negara liberal, negara hanya diperbolehkan melindungi beberapa hal seperti public goods (keamanan dan lingkungan), hukum, hak masyarakat mendapatkan pendidikan, manajemen makroekonomi, serta perlindungan terhadap kaum miskin. Selebihnya, individu harus dibiarkan sendiri mengembangkan kualitas hidupnya, seperti paham demokrasi liberal di Amerika Serikat yang menekankan hal tentang Hak Asasi. Namun terkadang perilaku ini bisa menjadi buas dan menekan kaum pengusaha yang lemah serta mematikan usaha mereka.

Beberapa hal yang sudah disebutkan tadi merupakan contoh bentuk perilaku negara. Baik negara berkembang dengan proteksionisme dan negara maju dengan liberalismenya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keahlian kita untuk beradaptasi dan memanfaatkan kekurangan itu akan menentukan apakah bisnis kita berakhir sukses atau tidak. Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat!

Oleh: Giovani Malinda

Referensi:
http://nurlelairawati.blogspot.co.id/2015/08/materi-1-bisnis-internasional.html
Referensi Gambar:
1. http://taiwantoday.tw/public/data/391717125671.jpg
2. https://www.ideo.com/images/uploads/home/English_dt_600px.png


Related Posts :