Selasa, 07 Juni 2016

Penemuan Remaja 15 Tahun, Menyelamatkan Kakek Penderita Alzheimer

Kenneth Shinozuka, seorang remaja berumur 15 tahun dianugerahi penghargaan 2014 Davidson Fellows scholarship sebesar $25,000 atas penemuannya di bidang science-technology. Kenneth berhasil menemukan sebuah alat yang mampu membantu perawatan terhadap pasien yang menderita penyakit Alzheimer di United State. Projeknya yang berjudul “Wearable Sensors: A Novel Healthcare Solution for the Aging Society” ini terinspirasi dari pengalaman keluarganya yang merawat pasien Alzheimer. Kakek Kenneth menderita penyakit Alzheimer sejak Kenneth berusia 4 tahun sebagaimana yang ia jabarkan dalam TED Talks November 2014.

“Keluarga saya pernah berjuang merawat seorang penderita Alzheimer. Tumbuh dalam keluarga dengan tiga generasi, membuat saya sangat dekat dengan kakek saya. Saat itu saya berumur 4 tahun, saya dan kakek saya sedang berjalan-jalan di taman di Jepang dan tiba-tiba kakek saya menghilang. Kejadian itu merupakan momen yang paling mengerikan yang saya rasakan dalam hidup saya, dan karenanya keluarga saya mengetahui bahwa kakek menderita penyakit Azheimer. Setelah 12 tahun berlalu, kondisi kakek semakin memburuk dan memburuk, dan kebiasaanya mengelana membuat keluarga saya tertekan. Bibi saya yang bertugas menjaga dan merawat kakek berjaga sepanjang malam untuk mengawasi kakek dan seringkali beliau terlambat mengetahui bahwa kakek telah meninggalkan tempat tidurnya. Saya menjadi semakin khawatir tidak hanya pada keselamatan kakek namun juga pada kesehatan bibi saya. Kemudian saya mencari solusi secara ekstensif untuk memecahkan permasalahan keluarga saya, namun tidak ada yang saya temukan”, papar Kenneth Shinozuka.


Gambar 1. Kenneth Shinozuka dan kakek Kenneth

Dari kegagalannya menemukan solusi untuk permasalahan keluarganya, akhirnya Kenneth menyadari bahwa ia harus membuat sebuah alat sendiri yang akan memecahkan permasalahannya. Kenneth menemukan sebuah alat yang terdiri dari sebuah sensor tipis yang dapat mengirimkan sinyal peringatan (alert) ke smartphone ketika sensor tersebut mendapatkan tekanan. Alat ini diletakkan di dalam kaos kaki kakeknya, sehingga ketika sang kakek menginjakkan kaki pergi dari tempat tidurnya, maka akan ada peringatan yang terdengar dari smartphone yang terhubung. Hal ini tentunya akan memudahkan Bibi Kenneth dalam menjaga kakeknya di malam hari.


Gambar 2. Skema Wearable Sensors pada kaos kaki penderita Alzheimer yang dihubungkan dengan smartphone

“Kenneth mendesain sensor yang digunakannya agar akurat dalam mengukur tekanan dari kaki dan cukup tipis serta fleksibel agar tidak mengganggu kenyamanan dalam berjalan”, dikutip dari web www.2014davidsonfellows.com .

Penemuan Kenneth mengenai wearable sensor ini memberikan harapan untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan dan cidera yang dialami pasien Alzheimer di malam hari. Menurut data dari Alzheimer’s Association, setiap 67 detik seseorang di United State didiagnosis menderita penyakit Alzheimer, dan Alzheimer menjadi ancaman kesehatan yang berkembang pesat dibanding kanker, serangan jantung maupun diabetes. Lebih dari lima juta jiwa di Amerika hidup dengan menderita Alzheimer.

“I’d like to solve some of the mysteries of the brain. Saya ingin memecahkan beberapa misteri otak”, ujar Kenneth pada NBC. “Dan menciptakan sebuah alat yang dapat menyembuhkan Alzheimer dan kondisi mental lainnya yang banyak diderita penduduk usia lanjut.”

Oleh : Vierta Saraswati
Referensi:
http://2014davidsonfellows.com/kenneth-shinozuka/
http://themighty.com/2014/09/teens-awesome-invention-could-help-keep-his-grandpa-with-alzheimers-safe/
Referensi gambar:
1. http://www.nichibei.org/2014/10/youths-smart-invention-helps-elderly-and-their-caregivers/
2. http://simomot.com/2014/08/27/5-penemuan-remaja-paling-unik-dan-mencengangkan/


Related Posts :