Selasa, 30 Agustus 2016

Beratnya Pengendalian Diri

Amarah, kesedihan dan kekecewaan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Ketiga hal di atas adalah hal yang sangat manusiawi dan semua orang tak terkecuali pasti pernah merasakannya. Namun, sikap kita dalam menghadapi setiap masalah yang mengakibatkan tumbuhnya ketiga perasaan di atas adalah penentu harkat dan martabat kita di masyarakat. Terkadang yang lebih berat bukanlah menghafalkan buku setebal kitab suci atau mengangkat beban dua kali berat badan kita tetapi sebuah pengendalian diri. Dalam sebuah kutipan pernah dikatakan “orang yang perkasa bukanlah orang yang mampu mengangkat sekian kilo barang tetapi orang perkasa adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya.”


Gambar 1. Pengendalian diri

Lalu, bagaimana kita harus bersikap seperti yang seharusnya?

Dalam kehidupan masyarakat, menahan amarah karena seseorang telah melakukan kesalahan yang merugikan bagi kita. Ungkapan marah, sedih, kecewa dan jengkel seperti apa yang harus kita tampakkan agar kita tetap terhormat dalam kehidupan masyarakat?.

Sehari – hari kita pasti pernah di buat jengkel, emosi, kecewa dan marah oleh rekan, saudara, senior, dsb. Sekali dua kali hal itu mungkin bisa dimaafkan. Namun, lain cerita jika kesalahan itu dilakukan berulang-ulang dan kita menemui adanya unsur kesengajaan. Hal yang bisa saja tidak sadar kita lakukan adalah sebuah teriakan amarah yang kita lampiaskan kepada orang tersebut atau yang lebih parahnya lagi kita bisa melakukan kekerasan fisik yang mengakibatkan masalah semakin bertambah rumit saja dan sebuah tindakan tak terpuji seperti sebuah perkelahian. Di saat inilah kebijaksanaan kita dalam pengendalian diri sangatlah penting.

Berikut adalah hal hal yang bisa anda praktikkan untuk melatih kemampuan pengendalian diri:

  1. Jangan mudah emosi
    Sebuah emosi adalah awal dari berbagi masalah. Masalah bukannya dapat diselesaikan akan tetapi malah menambah masalah baru. Selalu selesaikan masalah dengan kepala dingin. Ketika anda dalam kondisi yang tidak stabil (emosi) dan anda diminta untuk menyelesaikan suatu masalah sebaiknya anda menghindar saja. Kehadiran anda tidak akan berguna jika kepala dan hati anda masih belum dingin.

  2. Merilekskan pikiran
    Tarik nafas panjang dan tahanlah nafas anda sejenak pejamkan mata secara beberapa saat pikirkan kebaikan orang itu kepada anda sehingga anda enggan untuk marah kepada orang itu.

  3. Memikirkan efek yang mungkin terjadi dari tindakan kita
    Apa untungnya kemenangan dari sebuah perkelahian . Perkelahian adalah salah satu hal buruk yang akan terjadi jika anda bertindak secara gegabah. Kemenangan dari sebuah perkelahian diibaratkan “menang jadi arang, kalah jadi abu”

  4. Takutlah dikucilkan
    Seribu teman saja rasanya masih kurang dan satu musuh itu sudah terlalu banyak. Teman kita dapatkan dengan susah payah baiknya kita selalu menjaga hubungan kita dengan semua orang.

Mengedalikan diri bisa saja sebuah hal yang sulit di lakukan tapi dengan tekad dan kerja keras pengendalian diri bukanlah sebuah hal yang mustahil.

Oleh : Lintang Rahmawati
Referensi gambar :
http://www.gkycimone.org/sermon/buah-roh-pengendalian-diri


Related Posts :