Senin, 08 Agustus 2016

Waspadai Bahaya Sampah Barang-Barang Elektronik

Saat ini, barang-barang elektronik telah menjadi kebutuhan sebagian besar masyarakat. Karenanya, sebagian besar masyarakat sulit saat ini sulit lepas dari barang tersebut. Beberapa contoh barang tersebut diantaranya laptop, televisi, mesin cuci, perangkat gadget seperti smartphone ataupun tablet, DVD player, dan sebagainya.

Karena barang elektronik tak dapat digunakan selamanya, ada saatnya barang ini menjadi barang tak terpakai. Nah, saat ada barang elektronik yang sudah tak dapat digunakan, alangkah baiknya tak membuangnya begitu saja. Apalagi membuangnya di sembarang tempat seperti halnya sampah organik ataupun organik. Terlebih, bila terdapat banyak sampah barang elektronik di rumah kita. Sebabnya, barang elektronik mengandung banyak unsur logam berbahaya termasuk timbal.


Gambar 1. Contoh Sampah Barang Elektronik

Seperti diketahui masyarakat umum, pencemaran udara akibat terbakarnya timbal sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila tak sengaja menghirupnya, berisiko mengakibatkan menurunnya kemampuan belajar, memendekkan postur tubuh, mengganggu sistem peredaran darah, menurunkan kemampuan pendengaran, merusak ginjal, merusak sistem syaraf, impotensi, merusak DNA, dan mengganggu perkembangan otak janin. Sangat Mengerikan bukan?

Nah, terkait sampah barang elektronik, bisa saja sampah ini ikut terbakar bersama barang bekas lainnya, bila kita membuangnya begitu saja. Terbakarnya sampah barang elektronik tentunya menyebabkan terbakarnya timbal. Selain itu, bila kita membuangnya begitu saja, tak tertutup kemungkinan timbal akan mencemari air. Tercemarinya air oleh timbal mengakibatkan mahluk-mahluk laut, yang dapat dikonsumsi manusia, menjadi tak aman untuk disantap. Tercemarinya air oleh timbal pun mengakibatkan air layak minum menjadi tak layak minum.

Lalu, bagaimana sebaiknya kita menyikapi sampah-sampah barang-barang elektronik? Kita dapat menyediakan wadah ataupun tempat khusus untuk menampungnya. Misalnya, memanfaatkan kardus besar yang tak terpakai untuk menampungnya. Ataupun, menyimpannya di tempat khusus yang terisolir. Dengan cara ini, sampah barang elektronik tak berserakan sehingga mencegah ikut terbuang bersama barang-barang bekas lainnya. Selain dua cara tersebut, karena ada orang yang mampu memfungsikannya kembali walaupun tak seutuhnya seperti sediakala, kita dapat memberikan sampah barang elektronik kepadanya.

Sebagai informasi, saat ini dihasilkan 20-50 juta ton sampah barang-barang elektronik dari seluruh dunia dalam setahun. Amerika menjadi negara terbesar penghasil sampah tersebut. Di posisi kedua, ditempati Tiongkok. Negara yang berjuluk Paman Sam ini menghasilkan 3 juta ton sampah barang elektronik dalam setahun. Sedangkan negara yang berjuluk negeri tirai bambu menghasilkan 2,3 juta ton sampah barang elektronik dalam jangka waktu yang sama. Jumlah sampah barang elektronik, menurut suatu penelitian United Nation Environment Programme (UNEP), akan terus bertambah sebanyak 40% pada setiap tahun.

Karena sampah barang-barang elektronik akan sangat membahayakan bila dibuang begitu saja, marilah kita menyikapi sampah barang elektronik dengan bijak.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar:
http://www.oxfordcounty.ca/portals/15/documents/images/waste/electronics.jpg


Related Posts :