Rabu, 12 Oktober 2016

Etika Nakal Yang Sopan

Nakal kok pakai sopan?,yang namanya nakal ya nakal enggak ada istilah sopan.

Mungkin itulah yang ada di pikiran anda setelah membaca judul di atas.

Sudah menjadi hal biasa. Ketika seorang berbuat sebuah kenakalan orang tua atau guru kita pasti akan marah dan mengomeli kita. Setelah itu mereka lantas memberi hukuman atau sangsi kepada kita baik hukuman ringan maupun hukuman yang berat sekalipun. Tapi, yang namanya hukuman seberat atau seringan apapun yang namanya hukuman tetaplah sebuah hukuman.


Gambar 1. Contoh kenakalan remaja

Sebagai seorang remaja mereka menginginkan sebuah kebebasan, bebas dari segala aturan yang ada. Kita ingin bisa melakukan apapun yang kita sukai. Kita jenuh dimarahi oleh para orang dewasa yang pola pikirnya hanya sebatas

“namanya remaja ya tentu saja nakal, jika mereka dilarang nakal maka mereka akan semakin,. Dan jika mereka di biarkan nakal, kenakalan tersebut akan semakin menjadi –jadi.”

Mereka tidak tau apa yang sebenarnya kita inginkan. Kadang orang dewasa hanya memarahi kita tanpa mencari sebab akibat kita berbuat suatu kenakalan. Kebanyakan remaja melakukan kenakalan hanya untuk mencari perhatian. Mungkin mereka merasa kurang diperhatikan, dibedakan rasa kasih sayang dengan kakak atau adik-adiknya.

Lalu bagaimana dengan kita para remaja agar bisa melakukan kenakalan dengan cara yang lebih sopan?.

  1. Nakallah dalam batas yang wajar
    jika kita melakukan kenakalan yang masih sangat wajar. Orang dewasa akan menganggap hal itu sebagai hal yang wajar dan biasa kita lakukan, mereka pun tidak akan memarahi kita. Oleh karena itu, kita tetap harus tau diri. Nakallah asalkan jangan membuat kerusakan, melukai fisik atau menghujat teman. Jika kita membuat kerusakan, melukai fisik, atau menghujat teman. Kita harus berani bertanggung jawab, kita harus berani meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat itulah salah satu bentuk tanggung jawab kita, mulailah bertanggung jawab pada hal – hal yang kecil lama kelamaan orang dewasa juga akan menghargai hak kita.

  2. Jangan melanggar aturan agama
    Jangan sekali- kali nakal dengan cara melanggar norma-norma agama karena itu adalah perbuatan dosa . apalagi jika kita tau bahwa perbuatan itu adalah dosa namun kita tetap melanggarnya.

  3. Arahkan kenakalan ke kegiatan yang positif.
    Energi kita para remaja memang seakan tidak ada habisnya sehingga kita sering mencari pelampiasan atau tempat untuk membuang semua sisa – sisa energi kita. Namun sebuah kesalahan besar jika kita sampai salah memanfaatkan energi tersebut. Ikutilah kegiatan ekstrakulikuler yang di sediakan di sekolah maupun di luar sekolah dengan begitu kita dapat lebih bijak memanfaatkan energi kita.

Nah, buat para remaja kalian tetap nakal. Silahkan berbuat kenakalan yang terukur dengan tidak membuat kerusakan atau menimbulkan kerugian bagi kita maupun orang lain. Bentuk kenakalanmu merupakan usahamu untuk mendapat perhatian dari lingkungan.

Oleh: Lintang Rahmawati

Referensi gambar:
1. http://gumilar69.blogspot.co.id/2013/06/kenakalan-remaja.html


Related Posts :