Jumat, 11 November 2016

Hidup dengan teratur dan santun

Ada berbagai macam cara yang bisa di lakukan untuk menikmati hidup ini. Semua pilihan itu tergantung pada kita yang menjalaninya. Ada orang yang memilih menjalani hidup ini dengan bebas tanpa aturan tetapi ada juga orang yang memilih menjalani hidup ini dengan teratur dan taat pada aturan. Asalkan tidak mengganggu orang lain kedua pilihan di atas sah – sah saja dilakukan. Namun, jika seseorang mampu menjalani hidup ini dengan teratur dan santun hal tersebut akan menjadi nilai plus bagi orang yang menjalaninya.


Gambar 1. Bentuk sikap santun.

Contoh kecil sikap santun dalam kehidupan sehari hari adalah berpamitan serta mencium tangan orang tua sebelum berangkat sekolah, menggunakan bahasa yang halus ketika di ajak bicara dengan orang yang lebih tua dan lain sebagainya.

Budaya perilaku sopan dan santun di indonesia seakan sudah luntur dan berganti dengan budaya ala orang – orang barat yang hidup bebas tanpa mengenal kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun hal - hal mengenai potret perilaku sopan dan santun
  1. Potret kehidupan generasi penerus bangsa
    Sebagai remaja yang di sebut – sebut sebagai generasi penerus bangsa. Generasi remaja diharapkan mampu memiliki pengetahuan yang luas, memiliki budi pekerti yang baik, serta mampu menghargai hak dan kewajiban orang lain. Untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Untuk mencapai itu semua di perlukan pendidikan moral dan karakter sejak dini. Pembinaan mesti di lakukan dari hal – hal yang kecil dan sepele. Seperti menerapkan sikap sopan dan santun. Meski hidup di zaman modern dan zaman serba instan remaja di tuntut mampu menerima dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk, menjalankan yang baik dan meninggalkan yang buruk.lingkungan merupakan pengaruh terbesar dalam perkembangan perilaku remaja. Dalam praktiknya kita sudah sering melihat dan menghadapi remaja yang acuh tak acuh ketika di ajak bicara orang yang lebih tua karena jari jemarinya sedang sibuk mengajak bicara orang yang maya(tidak nyata) di sosial media yang tidak ada habisnya. Dahulu para remaja di ajarkan untuk sedikit membungkukkan badan ketika lewat di depan orang yang lebih tua tetapi, sekarang para remaja seakan bebas berjalan dan tidak menganggap ada orang tua yang di lewatinya.
  2. Hilangnya budaya 3S, senyum, sapa dan salam
    Menyapa dan tersenyum kepada orang yang kita kenal ketika berpapasan di jalan, memberi salam kepada orang yang lebih tua dan ketika akan masuk ke dalam suatu ruangan atau pertemuan. Hal – hal di atas mungkin terdengar sepele namun saat ini hal hal itu sudah jarang kita temui karena orang orang juga sedang sibuk memberi senyum, sapa dan salam kepada orang yang tidak mereka kenal di sosial media sungguh miris.
  3. Lunturnya kesantunan remaja
    Ibarat kain yang berwarna mencolok sekalipun. Jika di cuci secara terus menerus kain tersebut lama – kelamaan juga akan luntur. Seperti kain tersebut kesantunan dalam diri seseorang juga bisa luntur digerus oleh zaman jika tidak diimbangi dengan karakter yang kuat. Hal hal yang menyebabkan hilangnya kesantunan dari diri seseorang antara lain pendiddikan di sekolah yang tidak tepat, latah budaya, lingkungan pergaulan.

Dengan penjabaran di atas kita harus paham bagaimana pentingnya menjaga nilai – nilai kesopanan khas masyarakat timur untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. hidup memang menyediakan banyak pilihan tetapi kita juga harus bijak dalam memilihnya.

Oleh: lintang rahmawati
Referensi gambar:
http://id.wikihow.com/Memiliki-Sopan-Santun


Related Posts :