Senin, 12 Desember 2016

Seberapa Pentingkah Pertanian?

Kebanyakan orang akan memandang sebelah mata akan pertanian, dan biasanya pertanian identik dengan kemiskinan. Pandangan ini menyebar dikarenakan siaran berita yang biasanya memberitahukan musibah yang kemudian berdampak kepada gagalnya panen sehingga petani mengalami kerugian. Hal ini diperparah dengan keadaan para petani di Indonesia. Kenyataannya, lebih dari 80% petani di Indonesia merupakan petani penggarap, dan bukan pemilik lahan. Kemudian para petani penggarap ini pada umumnya termasuk kurang mampu.

C:\Users\Pohan\Downloads\padi.jpg
Gambar 1. Padi Sebagai Produk Utama Pertanian Indonesia

Masalah berikutnya terletak pada minimnya jumlah ahli pertanian di Indonesia. Banyak para sarjana pertanian yang berkecimpung di dunia pekerjaan yang berbeda dengan kompetensi dasar mereka. Hal ini dikarenakan bekerja di luar bidang pertanian lebih menguntungkan dibandingkan pertanian itu sendiri. Sewaktu-waktu harga produk pertanian memang melonjak tinggi seperti cabai pada beberapa saat yang lalu. Namun, harga yang tinggi ini tidak dinikmati oleh petani melainkan para tengkulak atau pedagang besar di pasar. Karena petani di pelosok tidak mampu mengirimkan produk pertaniannya ke kota dikarenakan mahalnya ongkos, sehingga petani akan menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga murah.

Faktor-faktor di atas menjadi penyebab lambatnya perkembangan pertanian di Indonesia. Padahal pertanian merupakan faktor utama untuk menyejahterakan masyarakat. Pertanian merupakan kebutuhan terbesar sebuah negara, jika ia dibangun dengan baik maka negara tersebut akan baik dan jika ia ditelantarkan maka negara tersebut akan kacau (Xenophone, 430-355 SM). Sedangkan menurut Y.W. Wartaya Winangun seorang pakar pertanian mengatakan, pertanian adalah suatu hal yang substansial dalam pembangunan, yakni berperan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industri, penyedia lapangan kerja dan penyumbang devisa negara.

Negara Indonesia yang kaya akan faktor alamnya masih memiliki kendala dalam pemenuhan produk pertanian untuk rakyatnya. Hal ini dikarenakan kurangnya implementasi teknologi dalam setiap proses pertanian. Jika kita perhatikan Negara Jepang yang minim akan lahan pertanian, namun mampu menghasilkan beras dengan kualitas premium dan dalam jumlah yang besar dikarenakan pemakaian teknik dan teknologi terbaru dalam prosesnya. Demikian juga Negara Thailand dan Cina mampu mengekspor berbagai macam produk pertanian, diantaranya adalah bawang, cabai, beras dan lainnya ke Indonesia.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan pemakaian teknologi dan teknik baru serta peran pemerintah yang aktif memberikan bantuan berupa subsidi pertanian serta banyaknya tenaga penyuluh pertanian yang kompeten. Jika ketiga hal ini diterapkan di Indonesia, maka pertanian di Indonesia akan berkembang dengan pesat. Keuntungan yang diperoleh Indonesia jika pertaniannya dapat maju, antara lain:
  1. Terbukanya Peluang Ekspor dan Berkurangnya Impor
    Terbukanya ekspor akan menambah penghasilan devisa negara. Hal ini akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan para petani. Karena terbukanya peluang pasar baru akan menambah kesempatan para petani untuk memperoleh penghasilan lebih. Terlebih jika petani Indonesia dapat memberikan nilai tambah pada produknya. Contohnya saja Indonesia tidak mengekspor rotan utuh namun kursi dari rotan ke negara lain. Tentunya harga kursi rotan lebih mahal dari rotan utuh, sehingga pendapatan petani semakin besar. Berkurangnya impor berdampak kepada penghematan anggaran pemerintah, sehingga pemerintah dapat mengalokasikan dana yang ada untuk pembangunan infrastruktur dalam negeri.

  2. Tersedianya Bahan Baku Untuk Kebutuhan Industri
    Tersedianya banyak bahan baku akan meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri dan perkembangan ini akan mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Tentu ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor utama untuk industri. Jika bahan baku yang dibutuhkan tidak diperoleh dengan mudah tentu terpaksa dilakukan impor dan hal ini akan meningkatkan biaya, dengan mudahnya perolehan bahan baku akan menghemat biaya industri.

  3. Terbukanya Lapangan Pekerjaan
    Melalui perkembangan pertanian jumlah pengangguran dalam negeri akan berkurang signifikan. Karena berkembangnya pertanian akan memacu pertumbuhan industri baru, industri membutuhkan pekerja dalam jumlah besar sehingga tenaga kerja akan terserap dengan baik. Jika jumlah pengangguran berkurang, angka kemiskinan di Indonesia akan berkurang, kemudian kesejahteraan masyarakat meningkat dan hal ini akan mempercepat perubahan status negara Indonesia yang sebelumnya negara sedang berkembang menjadi negara berkembang. Ke depannya diharapkan segera menjadi negara maju. Hal ini cukup penting, karena status negara ini menunjukkan kemampuan setiap negara dalam mengatur keadaan negaranya, dan hal ini akan membuat negara lain hormat dan segan terhadap Indonesia.

Pertanian dapat dijadikan bisnis yang sangat menguntungkan, dengan pengelolaan yang baik pengusaha di bidang pertanian akan berkembang. Contohnya adalah almarhum Bob Sadino yang sukses di bidang pertanian dan peternakan. Beliau juga merupakan orang yang mengenalkan melon di Indonesia. Baik itu dari cara penanaman yang sesuai di lahan Indonesia, pengenalan kepada masyarakat sehingga buah melon menjadi salah satu buah utama disetiap acara resmi dan tidak resmi. Oleh karena itu, pertanian merupakan salah satu bidang yang harus dikembangkan dengan baik. Terlebih Indonesia terkenal dengan negara agraris dengan tanahnya yang subur. Pemerintah juga memiliki andil yang besar dalam menjaga harga dan ketersediaan produk pertanian agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Oleh: Ahmad Azhari Pohan

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino
Sumber Gambar:
1.http://kidnesia.com/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Sulawesi-Selatan/Hasil-Bumi/Padi-Sumber-Karbonhidrat-Masyarakat


Related Posts :