Selasa, 14 Maret 2017

Kuliner Belalang Goreng dari Gunungkidul, Yogyakarta

Bagi sebagian besar orang, menyantap serangga mungkin menjadi hal yang tak lazim. Namun, bila kita berkunjung ke daerah Gunungkidul, salah satu kabupaten di Yogyakarta, belalang biasa dijadikan santapan dengan cara digoreng. Bagi sebagian besar masyarakat Gunungkidul, menyantap serangga berantena yang biasa diam di semak-semak tersebut menjadi hal yang tak aneh. Menyantap serangga ini pun telah dilakukan secara turun temurun.

Belalang goreng merupakan kuliner tradisional khas Masyarakat Gunungkidul. Serangga yang biasa disebut walang oleh Masyarakat Gunungkidul ini biasa disajikan dalam rasa gurih ataupun rasa pedas manis. “Biasanya ada rasa gurih dan pedas”, tutur Sri Surbayanti, pedagang belalang goreng yang berjualan di ruas jalan Wonosari-Tepus.


Gambar 1. Belalang Goreng. Kuliner Khas Gunungkidul

Di daerah Gunungkidul, belalang goreng yang dijual biasanya dibungkus dalam kemasan toples. Saat musim kemarau, harga satu toples belalang sekitar 30 ribu rupiah. Sedangkan saat musim hujan, harga setiap toples yaitu 20 ribu rupiah. Lalu, harga saat musim kemarau lebih tinggi daripada harga saat musim kemarau? Sebabnya, mencari belalang saat musim kemarau lebih sulit dibandingkan saat musim hujan.

Saat menyantap belalang goreng, tak perlu memisahkan bagian-bagian tubuh belalang. Seluruh bagian tubuh serangga ini, termasuk kaki dan kepala, dapat kita konsumsi. Selain dapat langsung dimakan seperti halnya makanan camilan, dapat juga menjadikannya sebagai lauk.

Bila sangat menyukai rasa pedas, mencocolnya dengan sambal yang begitu pedas membuat daging belalang goreng terasa lebih lezat. Lalu, seperti apa rasa serangga tersebut setelah digoreng? Menurut sebagian besar orang yang sudah pernah menyantapnya, rasa daging belalang goreng sangat gurih dan hampir mirip seperti rasa daging udang. Karena gurih dan mirip seperti rasa daging udang, bisa saja membuat ketagihan memakannya.

Meskipun belalang termasuk serangga, kandungan gizi tubuh serangga tak dapat dipandang sebelah mata. Lalu, apa saja gizi yang terkandung dalam seekor tubuh belalang? Menurut Profesor Ahmad Sulaiman, pakar ilmu gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tubuh belalang mengandung protein, beragam asam lemak esensial, beragam vitamin, dan beragam mineral seperti kalsium dan magnesium. Gizi-gizi tersebut sangat dibutuhkan manusia. Meskipun mengandung cukup banyak gizi, sebagian besar masyarakat Indonesia merasa jijik dan enggan mengkonsumsi serangga tersebut.

Nah, dengan demikian, bila berwisata ke Yogyakarta, akan sangat disayangkan bila tak mencicipi serangga tersebut. Kita pun dapat juga membeli makanan serangga tersebut sebagai oleh-oleh untuk kerabat atau keluarga kita tercinta.

Kesimpulannya, karena belalang mengandung cukup banyak gizi yang dibutuhkan manusia, belalang dapat menjadi bahan makanan primer alternatif. Terlebih, saat harga daging ayam dan daging sapi melambung tinggi. Selain itu, bisa saja belalang menjadi santapan sehari-hari dan makanan camilan populer masyarakat Indonesia di masa mendatang. Nah, tertarik ingin mengkonsumsi belalang goreng?

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
http://travel.kompas.com/read/2015/08/17/103100127/Belalang.Goreng.ala.Gunungkidul.Gurihnya.Mirip.Udang.Goreng.

Sumber Gambar:
1.http://4.bp.blogspot.com/-O4G6XQMkRik/UI5IQksYtNI/AAAAAAAAADk/OEBSd4TuWmo/s1600/belalang+goreng+2.jpg


Related Posts :