Sabtu, 29 Juli 2017

Senang Menulis di Blog? Berikut Tips Menulis Kalimat

Di media blog, blogspot ataupun wordpress, kita dapat menulis hal apapun. Dari mulai pengalaman dan cerita pribadi hingga menulis suatu sudut pandang pemikiran kritis. Nah, dengan demikian, bagi yang senang dan aktif menulis di media blog, sangat penting menguasai beragam teknik -menulis. Salah satunya yaitu teknik menulis kalimat. Dengan menerapkan teknik-teknik tersebut, maka kalimat lebih mudah dicerna pembaca.

Lalu, bagaimana teknik-teknik menulis kalimat? Berikut beberapa tips menulis kalimat, dilansir dari buku karangan Mary Munter yang berjudul Guide to Managerial Communication. Mary Munter yaitu seorang pakar dalam bidang komunikasi tertulis.


Gambar 1. Menulis di Media Editor Wordpress

Bila Memungkinkan, Gunakan Diksi yang Lebih Spesifik Agar Kalimat Terasa Lebih Hidup
Bila kita menggunakan diksi yang terlalu umum, kalimat akan terasa datar. Karenanya, tak tertutup kemungkinan pembaca akan cepat merasa jenuh menyimak tulisan. Sebaliknya, bila kita menggunakan diksi yang lebih spesifik, maka kalimat akan terasa lebih hidup Bila kalimat terasa lebih hidup, semakin mengajak pembaca ‘masuk’ ke dalam tulisan. Berikut beberapa kalimat yang menggunakan diksi yang terlalu umum.
  • Setelah melihat perilakunya selama sebulan, Pak Manajer menerima sebagai karyawan tetap (diksi melihat terlalu umum)
  • Suara vokal Karina begitu enak didengar (diksi enak terlalu umum)
  • Anto senang memakai pakaian berwarna merah (diksi memakai terlalu umum)

Masing-masing diksi pada kalimat tersebut dapat kita ganti, agar kalimat menjadi lebih hidup.
  • Setelah memperhatikan perilakunya selama sebulan, Pak Manajer menerimanya sebagai karyawan tetap ( mengganti diksi melihat dengan memperhatikan)
  • Suara vokal Karina begitu merdu didengar (mengganti diksi enak dengan merdu
  • Anto senang mengenakan pakaian berwarna merah (mengganti diksi memakai dengan mengenakan)

Perhatikan Kesan yang Muncul Dari Kalimat
Setiap kalimat memberikan kesan tertentu di benak pembaca. Karenanya, kita sebaiknya menghindari menulis kalimat yang memberikan kesan kurang baik di benak pembaca. Berikut beberapa kalimat yang memberikan kesan yang kurang baik di benak pembaca.

  • Menjadi generasi mudah yang kreatif (ada kesan generasi muda sama sekali tak kreatif)
  • Karena dibanderol dengan harga yang murah, ada banyak kekurangan smartphone buatan Tiongkok ini (ada kesan smartphone tersebut termasuk produk yang begitu ‘rendahan)
  • Anto seorang siswa yang bodoh (Ada kesan merendahkan Anto)

Masing-masing kalimat tersebut kita ganti agar tak memberikan kesan yang kurang baik
  • Menjadi generasi mudah yang lebih kreatif (menambahkan diksi lebih sebelum diksi kreatif, agar tak memunculkan kesan yang kurang baik)
  • Karena dibanderol dengan harga yang murah, ada banyak keterbatasan smartphone buatan Tiongkok ini (tak ada kesan smartphone tersebut begitu ‘rendahan’)
  • Anto seorang siswa yang selalu menempati rangking paling belakang (tak ada kesan merendahkan Anto)

Bila Memungkinkan, Hindari Menggunakan Terlalu Banyak Diksi yang Sama
Membaca ibarat me-load kata ke dalam benak. Nah, bila terlalu banyak kata-kata yang sama di dalam tulisan, pembaca cenderung lebih cepat jenuh menyimak tulisan Karenanya, bila memungkinkan, gunakan variasi kata yang tak mengubah makna kalimat.

Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan diksi yang sama
  • Jokowi Presiden Indonesia ke-7. Sebelumnya, Jokowi menjabat sebagai Gubernur Jakarta
  • Anto berhasil menjadi juara pertama kompetisi catur. Beberapa bulan sebelumnya, Anto pun berhasil menjadi juara kompetisi menulis

Masing-masing kalimat tersebut dapat kita ubah, agar tak terdapat pengulangan diksi. Masing-masing kalimat menjadi,
  • Jokowi Presiden Indonesia ke-7. Sebelumnya, pria yang pernah juga menjadi Walikota Solo ini menjabat sebagai Gubernur Jakarta (mengganti beberapa kata yang sama agar tak terdapat pengulangan kata).
  • Anto berhasil menjadi juara pertama kompetisi catur tingkat nasional. Beberapa bulan sebelumnya, pria asli Bandung ini memenangi kompetisi menulis. (mengganti kata-kata yang sama, agar tak terdapat pengulangan kata)

Demikian, teknik-teknik penting dalam menulis kalimat. Kesimpulannya, sangat penting menerapkan teknik-teknik tersebut dalam tulisan blog kita. Akhir kata, selamat menulis…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
Munter, Mary. 1999. Guide to Managerial Communication(5th Edition). London: Prentice Hall

Sumber Gambar:
http://www.raisedeyebrow.com/sites/www.raisedeyebrow.com/files/wordpress/2009/11/Edit-Post-‹-Blog_-Raised-Eyebrow-Web-Studio-Inc.-—-WordPress.jpg


Related Posts :