Senin, 25 Desember 2017

Kucing Bakau, Si Perenang Handal yang Terancam Punah

Sudah terbit di: https://steemit.com/kucing/@puncakbukit/kucing-bakau-si-perenang-handal-yang-terancam-punah

Jenis kucing liar yang tersebar di wilayah hutan Indonesia tergolong cukup beragam dengan daerah persebaran mulai dari hutan dataran tinggi sampai area hutan tepi pantai. Ke semua jenis kucing liar tersebut hampir memiliki ukuran tubuh yang sama dengan perbedaan dari corak warna saja. Hanya saja, keseluruhan ras kucing liar tersebut sedang mengalami ketakutan diakibatkan populasinya yang kian menyusut dari waktu ke waktu. Untuk itu pada artikel ini coba mengulas tentang salah satu jenis kucing liar yang hidup di hutan Indonesia dengan tujuan supaya semakin dikenal oleh para pembaca sekalian. Adapun nama kucing liar tersebut adalah kucing Bakau.

Kucing Bakau merupakan salah satu jenis kucing liar yang populasinya tersebar cukup luas hingga mencapai berbagai negara di kawasan Asia. Negara-negara yang hutannya dihuni oleh jenis kucing Bakau ialah negara Bangladesh, India, Kamboja, Laos, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Hanya saja, persebaran kucing Bakau di wilayah hutan kita cukup terbatas di area Pulau Jawa saja dengan lokasi tempatnya tinggal mulai dari Jawa Barat sampai Jawa Timur.


Gambar: Kucing Bakau

Sesuai dengan namanya bahwa habitat yang menjadi rumahnya adalah area dataran rendah yang berada di sekitaran hutan bakau atau mangrove dan rawa yang dekat dengan aliran sungai atau laut. Selain itu, makanan utama kucing Bakau adalah ikan yang banyak terdapat di perairan tawar atau asin dekat dengan tumbuhan hutan Mangrove atau Bakau. Untuk menangkap ikan yang berada di sungai biasanya kucing yang juga diberi nama Fishing Cat ini menceburkan dirinya ke air sambil berenang ataupun berenang. Gaya berenang di air saat mencari makanan sebenarnya tampak mirip dengan kucing Kepala Datar yang habitat hidupnya berada di sekitaran hutan bakau.

Adapun ciri kucing yang bernama latin Prionailurus Viverrinus memiliki ukuran yang lumayan besar dengan panjang dapat mencapai 78 cm. Ekornya juga berukuran tak kalah panjang dari tubuhnya yang mencapai 30 cm. Badannya tampak cukup besar atau sedikit gemuk dari kucing kampung pada biasanya. Kepalanya juga berukuran agak besar dengan jarak antar kedua telinganya yang agak berjauhan. Selain itu, matanya berbentuk bulat dengan ukuran yang lumayan besar. Begitu juga dengan keempat kakinya yang tampak berotot dengan di bagian atasnya terlihat lebih gemuk dibanding ukuran paha dan kaki kucing kampung.

Corak warna tubuhnya dipenuhi dengan bintik dan garis-garis berpola horizontal yang berwarna kehitaman. Warna dasar tubuh kucing Bakau adalah abu-abu hijau zaitun yang terlihat hampir menutupi seluruh area tubuhnya. Pada area kepalanya tampak sedikit berwarna kecokelatan yang bercampur dengan warna abu-abu hijau zaitun. Selain itu, area jari-jarinya sebenarnya tampak berbeda dengan kucing domestik ataupun kucing liar lainnya. Hal ini dikarenakan pada bagian jari-jari kakinya tersebut diselimuti semacam selaput yang berguna dalam memudahkannya berenang atau menyelam di air saat mencari ikan.

Sebagai hewan pemangsa di sekitaran hutan bakau dan rawa-rawa biasanya kucing Bakau bergerak pada malam hari untuk mencari makanan di area aliran sungai. Jenis makanan yang disantap kucing Bakau ini sebenarnya tidak hanya ikan saja tapi tergolong cukup luas yang meliputi udang, unggas air, katak, tikus, burung, dan ular. Sedangkan masa berkembang biaknya berlangsung di bulan Januari sampai Februari dengan masa kandungan mencapai 70 hari dan jumlah anaknya sekitar 3 ekor.

Begitu langkanya populasi kucing Bakau di alam liar tampak dari semakin sulitnya menemukan di sekitaran habitat aslinya. Selain itu, tidak diketahui juga secara pasti terkait jumlah keseluruhan kucing Bakau yang ada di wilayah hutan Indonesia. Hanya saja, sekitaran bulan September dan Oktober tahun ini secara tak sengaja terdapat rekaman foto kucing Bakau yang berada hutan Mangrove Wonorejo, Jawa Timur. Diperolehnya foto kucing Bakau di sekitaran hutan Mangrove Wonorejo tersebut dilakukan oleh Tim Wildlife Photography Surabaya (WPS) dan Birds Consultant (BC).

Yup, demikianlah ulasan tentang kucing Bakau yang terkenal ahli dalam berenang dan menyelam di air untuk mencari ikan sebagai makanannya. Hanya saja, dengan semakin menipisnya jumlah lahan mangrove ataupun bakau yang ada di Pulau Jawa maka dapat terus mengurangi populasi kucing Bakau. Untuk itu, memang perlu kesadaran agar tidak lagi menebang pohon mangrove atau bakau dan memberikan jarak yang lumayan jauh dari habitat kucing Bakau dengan tidak membangun rumah ataupun tambak ikan di sekitaran habitatnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://www.mongabay.co.id/2017/10/24/kucing-bakau-terpantau-di-hutan-mangrove-wonorejo-bagaimana-perlindungan-habitatnya/
2. https://alamendah.org/2011/05/22/kucing-bakau-prionailurus-viverrinus-bisa-menyelam/comment-page-3/#comments

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Prionailurus-viverrinus-CincinnatiZoo.jpg


Related Posts :