Senin, 02 April 2018

Tips Agar Konten Tulisan Lebih Mudah Diikuti Pembaca

Sudah terbit di: https://steemit.com/kalimat/@puncakbukit/tips-agar-konten-tulisan-lebih-mudah-diikuti-pembaca

Bagi seorang penulis, termasuk bagi yang senang mempost tulisan di berbagai media sosial, mesti mengukur sejauh apa pembaca mampu mengikuti tulisan karyanya. Bila pembaca sulit mengikuti tulisan, biasanya akan lebih cepat meninggalkannya. Tentu saja, karena tulisan sulit dicerna. Lalu, bagaimana agar pembaca lebih mudah mengikuti tulisan karya kita? Berikut beberapa tips agar konten tulisan lebih mudah dipahami pembaca, dilansir dari buku Guide to Managerial Communication(5th Edition).

Gunakan Heading Text
Heading text yaitu teks pendek yang disisipkan di atas paragraf. Biasanya bercetak tebal dan berukuran lebih besar daripada ukuran teks utama tulisan. Teks tersebut biasanya juga disebut subtitle text. Kita dapat menggunakannya untuk mengarahkan pembaca ke inti bagian tulisan. Bila pembaca memahami inti bagian tulisan, tentunya memudahkan pembaca mencerna bagian tulisan yang kita beri heading text. Selain itu, heading text pun dapat juga digunakan untuk mengarahkan pembaca ke hal-hal tertentu. Bila kita akan menulis tulisan yang panjang, sangat disarankan menggunakannya. Tentu saja, agar pembaca lebih mudah mengikuti alur tulisan. Berikut contoh penerapan heading text.


Gambar 1. Penerapan Teks Heading

Gunakan Daftar Angka ataupun Point
Ambil contoh, kita akan menjelaskan suatu langkah. Nah, jelaskan setiap langkah dalam bentuk daftar angka ataun point-point. Dengan menerapkan trik ini, pembaca lebih mudah mengikutinya. Point-point pun dapat kita gunakan bila kita ingin menjelaskan contoh-contoh ataupun hal-hal mendetail dalam kalimat panjang. Berikut penerapan daftar angka dan point.


Gambar 2. Contoh Penerapan Daftar Point

Bila Diperlukan, Gunakan Konjungsi (Kata Sambung) Antar kalimat
Dalam Tata Bahasa Indonesia, terdapat beragam konjungsi antar kalimat. Fungsi konjungsi antar kalimat, secara filosofis, yaitu untuk mempertegas hubungan suatu kalimat dengan kalimat sebelumnya. Contoh konjungsi antar kalimat yaitu kata tetapi yang berfungsi menunjukkan hubungan pertentangan suatu kalimat dengan kalimat sebelumnya. Nah, penerapannya, bila terdapat kalimat yang dapat kita pertegas, gunakan konjungsi antar kalimat.

Berikut contoh penerapan konjungsi antar kalimat dalam tulisan.

  • Dalam pameran seni tersebut, harga setiap lukisan dibanderol hingga puluhan juta. Para kolektor seni tetap memburunya. Kita dapat menambahkan konjungsi meskipun demikian. Kalimat menjadi, Dalam pameran seni tersebut, harga setiap lukisan dibanderol hingga puluhan juta. Meskipun demikian, para kolektor seni tetap memburunya.
  • Harga kebutuhan pokok mulai melonjak. Kita sebaiknya berhemat. Kita dapat menambahkan konjungsi karenanya. Kalimat menjadi, Harga kebutuhan pokok mulai melonjak. Karenanya, kita sebaiknya berhemat.

Bila Terdapat Banyak Point Berbentuk Kalimat Panjang, Gunakan Daftar Angka
Ambil contoh, kita akan menjelaskan 10 langkah kerja menyelesaikan suatu hal. Nah, gunakan daftar angka pada setiap langkah. Misalnya, bila kita akan menulis resep makanan yang terdiri dari banyak langkah membuatnya, sebaiknya gunakan daftar angka. Dengan menerapkan cara ini, pembaca mengetahui sedang berada di ‘bagian langkah yang mana’. Begitu pun bila kita akan menjelaskan banyak point hal lainnya, sebaiknya gunakan daftar angka. Berikut contoh penerapan daftar angka.


Gambar 3. Penerapan Daftar Angka

Demikian, beberapa tips agar kontent tulisan lebih mudah diikuti pembaca. Menerapkan tips-tips tersebut ibarat memberikan jembatan pada komposisi tulisan kita. Karenanya, pembaca akan lebih mengikutinya.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
Munter, Mary. 1999. Guide to Managerial Communication(5th Edition). London: Prentice Hall

Sumber Gambar:
1,2,3 : Gambar Milik Pribadi


Related Posts :