Senin, 31 Desember 2018

Mengenal Lebih Dekat Kukang Jawa Yang Terancam Punah

Sudah terbit di: https://steemit.com/kukang/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-kukang-jawa-yang-terancam-punah

Bila ditanyakan tentang Kukang Jawa mungkin hanya sedikit di antara kita yang mengenal ataupun pernah melihatnya di alam liar. Hal ini dirasa sebab keberadaannya diketahui hanya tersebar di Indonesia saja. Daerah yang menjadi habitatnya pun tidaklah tersebar merata melainkan hanya terdapat di beberapa daerah saja. Selain itu, populasinya di alam liar pun kian menyusut yang membuat statusnya menjadi terancam punah. Untuk itu lah pada tulisan ini coba menguliknya secara mendalam agar kita bisa semakin mengenal tidak hanya tentang ciri fisik tapi juga kehidupannya di alam liar.

Kukang Jawa termasuk salah satu dari tiga jenis kukang yang tersebar di wilayah hutan Indonesia. Area persebarannya diketahui hanya terdapat di Pulau Jawa saja yang mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Selain itu, area alam liar yang menjadi habitatnya diketahui hanya tersebar di pegunungan dengan ketinggian maksimal sekitar 1600 meter di atas permukaan laut seperti Pegunungan Dieng, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dan area pegunungan yang terdapat populasi Kukang Jawa biasanya memiliki hutan yang cukup lebat seperti hutan primer dan sekunder yang letaknya cukup jauh dari pemukiman masyarakat.

Berkas:Nycticebus javanicus 002.jpg
Gambar: Kukang Jawa

Biasanya saat berada di alam liar dikenal cukup aktif berburu di malam hari atau akra disebut sebagai hewan nokturnal. Walaupun aktif berburu saat malam hari tapi gerak tubuhnya sangat lah lambat atau terlihat seperti tidak agresif untuk menangkap hewan buruannya. Caranya dalam mencari makanan dilakukan dengan bergerak perlahan dari atas ranting pohon ataupun bambu hingga bisa menangkap mangsa buruannya. Jenis makanannya dikenal cukup bervariasi mulai kadal, tikus, serangga, dan buah-buahan yang banyak terdapat di hutan. Dan kebiasaannya saat mencari makanan seringnya dilakukan secara sendirian dan hanya akan berkumpul dikala memasuki musim kawin.

Adapun ciri fisik hewan yang bernama latin Nycticebus Javanicus ini tergolong lumayan kecil dengan panjang hanya sekitar 30 cm dan berat tubuhnya tak lebih dari 687 gram saja. Corak warna yang tampak di badannya terdiri dari warna cokelat muda, hitam keabu-abuan, putih kusam, dan cokelat muda keabu-abuan krim. Warna cokelat muda tampak jelas di bagian atas matanya berupa garis tebal vertikal dan di area atas kepalanya juga. Warna hitam keabu-abuan hanya terlihat di bagian sepanjang punggungnya berupa garis tebal panjang saja. Warna putih kusam terdapat di bagian wajah, belakang, kepala, pangkal punggung, tenggorokan, dada, dan perutnya. Lalu warna cokelat muda keabu-abuan krim terlihat jelas di bagian punggung, ekor, area lengan depan, dan kaki belakangnya.

Selain itu juga, kepala Kukang Jawa berukuran sedang dengan bentuk agak oval dan area mulutnya terlihat sedikit maju ke depan yang berukuran kecil. Matanya yang berbentuk bulat berukuran lumayan besar dengan warna hitam di bagian pupil dan cokelat tua di area sekitaran pupilnya. Telinganya yang terletak di bagian masing-masing ujung kepala berukuran lumayan kecil yang ditutupi oleh bulu-bulunya yang agak lebat. Kedua tangan depannya berukuran agak panjang yang tidak terlalu besar dengan cakar yang tajam. Kedua kaki di belakangnya juga berukuran agak panjang yang terlihat lumayan besar. Pada bagian belakang badannya ditumbuhi ekor yang berukuran sangat pendek. Akan tetapi, Kukang Jawa juga mempunyai perlindungan berupa bisa atau racun yang dihasilkan oleh kelenjar di bagian dalam lengan sikunya. Bisa atau racun tersebut biasanya dimasukkan ke dalam mulutnya yang selanjutnya menjadi senjata bagi taringnya saat menggigit mangsa buruannya atau sebagai cara untuk berlindung dari ancaman yang membahayakan.

Nah, dikatakan pada paragraf awal bahwa Kukang Jawa termasuk hewan yang populasinya di alam liar mengalami penurunan yang cukup drastis dan membuat statusnya menjadi “Kritis” atau sangat mendekati kepunahan. Langkanya populasi primata endemik ini tidak hanya dipengaruhi sempitnya area persebaran tapi juga tingginya penangkapan liar untuk dijual di pasar gelap dan dijadikan hewan peliharaan. Lebih parahnya, primata Kukang Jawa yang dipelihara terkadang gigi taringnya dipotong yang membuatnya cukup sulit untuk mencari makanan saat dilepasliarkan di alam liar.

Untuk itu lah agar populasi Kukang Jawa di alam liar tidak punah maka perlu menjaga kelestarian alam liar yang menjadi habitatnya dan pula tidak menjadi bagian dalam menangkap, memperdagangkan, ataupun membuatnya menjadi hewan peliharaan. Sebab sebenarnya Kukang Jawa yang memiliki bisa atau racun termasuk hewan ganas yang malah dapat membahayakan diri kita sendiri saat berada di dekatnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kukang_jawa
  2. https://alamendah.org/2014/05/24/kukang-jawa-paling-terancam-punah/
  3. http://www.mongabay.co.id/2015/01/19/si-imut-kukang-dan-tujuh-fakta-uniknya/
Sumber Gambar:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Nycticebus_javanicus_002.jpg

Rabu, 19 Desember 2018

Mengenal Lebih Dekat Ikan Mangrove Jack

Sudah terbit di: https://steemit.com/ikanhias/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-ikan-mangrove-jack

Bila ditanyakan tentang ikan Mangrove Jack mungkin sudah banyak di antara para pembaca sekalian yang sudah mengenalnya. Hanya saja, orang-orang yang mengenal ikan Mangrove Jack bukan dikarenakan banyaknya yang memelihara dalam akuarium tapi cukup sering menjadi incaran para pemancing di sekitaran air payau. Hal ini dikarenakan tenaga yang dimilikinya lumayan besar dengan gigi rahang yang cukup tajam sehingga dapat membuat tali pancing putus. Walaupun demikian, bentuk fisik dan corak warna ikan Mangrove Jack terlihat lumayan indah yang tidak kalah dengan jenis ikan hias yang sudah kita kenal. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalinya.

Ikan Mangrove Jack merupakan salah satu jenis ikan air payau yang berasal dari keluarga Lutjanidae. Selain hidup di perairan payau diketahui juga bahwa ikan Mangrove Jack dapat tinggal di sekitaran area air tawar dan asin. Biasanya saat mencapai usia dewasa maka akan berpindah ke area pesisir pantai sampai laut terbuka dan sekaligus menjadi area untuk berkembang biak. Di perairan payau yang menjadi habitatnya biasanya masih banyak ditumbuhi pohon bakau atau mangrove.

File:Lutjanus argentimaculatus Thailand 1.jpg
Gambar: Ikan Mangrove Jack

Begitu juga dengan area persebaran ikan Mangrove Jack tidak hanya banyak ditemukan di perairan payau dan laut Indonesia. Tapi keberadaannya juga tersebar merata di pesisir barat Hindia menuju ke barat Pasifik dan juga mencapai pesisir Australia. Jauhnya area persebaran ikan Mangrove Jack dikarenakan jangkauan berenang ke area laut terbuka lumayan jauh hingga mencapai ratusan kilometer. Penyebutan namanya pun sangatlah banyak yang beberapa di antaranya ialah ikan Kakap Bakau, ikan Jarang Gigi, Kakab Gabus, Jambian, Kelet, Ganggrang Eca, Aliso, Taamoshi, Somasi Merah, Gomafuedai, dan Pla Kpheng Daeng. Selain itu, kemampuan berburu ikan Mangrove Jack tergolong agresif yang mencari mangsanya saat malam hari tiba dengan menyergap area persembunyiannya dibalik akar-akar pohon bakau dan dinding batu.

Adapun ukuran fisik ikan yang bernama latin Lutjanus Argentimaculatus tergolong agak besar dengan panjang sekitar kurang dari 50 cm dengan berat rata-rata berkisar 3 kilogram dan terkadang juga dapat mencapai 10 kg. Tubuhnya terlihat memanjang dengan bentuk agak pipih di bagian badannya. Kepalanya berukuran lumayan besar dengan mata bulat berwarna kecokelatan dan memiliki mulut yang cukup lebar. Pada bagian dalam rahangnya terdapat gigi taring yang cukup tajam dan berguna untuk menahan mangsanya agar tidak lepas. Dibagian atas punggungnya terlihat ada sirip tegak yang berukuran sedang dan terbentang hingga ke area pangkal ekornya. Di area bawah perutnya juga terdapat sirip yang berukuran sedang dan tidak terlalu lebar. Ekornya berukuran agak panjang dengan bentuk persegi tiga yang melebar di bagian ujungnya.

Sedangkan corak warna ikan Mangrove Jack terlihat cukup indah dengan warna gelap yang agak mencolok seperti cokelat kemerahan tua dan kehitaman. Warna cokelat kemerahan tua tampak jelas di area tengah sampai bawah badannya yang meliputi kepala, badan, perut, hingga batas pangkal ekornya. Selain itu, warna cokelat kemerahan tua itu juga terlihat di bagian sirip dan ekornya. Lalu warna kehitaman terdapat dibagian tengah sampai batas atas tubuhnya termasuk juga sisi pangkal sirip dan ekor.

Walaupun ikan predator Mangrove yang penghuni perairan payau ini lebih sering ditangkap nelayan untuk dikonsumsi dan menjadi incaran para pemancing. Tapi ada juga yang mencoba untuk memelihara dalam akuarium. Tentunya, akuarium yang menjadi rumahnya harus berukuran besar dan dihiasi dengan tanaman air ataupun bebatuan kerikil kecil. Ikan Mangrove Jack dapat hidup bersama jenis ikan predator lainnya tapi mesti menjaga agar tidak membiarkannya sampai kelaparan. Sebab dalam kondisi sangat lapar maka sifat agresifnya dapat muncul untuk menyerang ikan yang ada di dekatnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.nakamaaquatics.com/2017/09/mangrove-jack-si-kakap-penghuni-bakau.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Jambian

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lutjanus_argentimaculatus_Thailand_1.jpg