Minggu, 12 Agustus 2018

Mengulik Lebih Jauh Tentang Ikan Jaguar Cichlid

Sudah terbit di: https://steemit.com/ikanhias/@lerengbukit/mengulik-lebih-jauh-tentang-ikan-jaguar-cichlid

Jenis ikan hias yang banyak dipelihara orang-orang diberbagai negara termasuk Indonesia biasanya memiliki sifat tenang dan mampu hidup bersama dengan jenis ikan hias lainnya. Hal ini agar akuarium dapat diisi oleh berbagai jenis ikan hias sehingga tampak menarik dan memperindah pemandangan interior rumah. Hanya saja, jenis ikan hias yang karakternya dikenal agresif dan suka memakan ikan yang ukurannya jauh lebih kecil juga tergolong cukup banyak yang menyukainya untuk dipelihara dalam akuarium. Untuk itu pada tulisan ini coba mengulik salah satu jenis ikan hias predator agar semakin banyak yang mengenalnya. Adapun nama ikan hias predator tersebut adalah ikan Jaguar Cichlid.

Ikan Jaguar Cichlid merupakan salah satu dari beragam jenis ikan Cichlid yang asalnya dari negara-negara di kawasan Amerika Tengah. Keberadaannya di Amerika Tengah tersebar mulai dari sungai Ulua (negera Honduras) sampai sungai Matina (negara Kostarika). Penyebaran ikan Jaguar Cichlid di perairan tawar terdapat di sungai dengan kondisi air bening atau jernih. Selain itu, ikan predator ini pun juga mampu hidup di sungai yang kondisi airnya tampak keruh bahkan terdapat endapan lumpurnya.

File:Parachromis managuensis 2012 G1.jpg
Gambar: Ikan Jaguar Cichlid

Disamping itu juga, ikan yang bernama latin Nandopsis Managuense ini memiliki bentuk tubuh agak pipih yang mirip dengan ikan Louhan. Bedanya tidak terdapat benjolan besar dibagian kening ikan Jaguar Cichlid ini. Ukuran tubuh tergolong sedang dengan panjang hanya sekitar 35 cm saja. Akan tetapi di alam liar panjang tubuhnya dapat mencapai hingga hampir satu meter. Pada bagian atas tubuhnya terdapat sirip yang berukuran agak panjang dibagian ujungnya dan terbentang hingga mencapai pangkal ekornya. Dibagian bawah perutnya juga terdapat sirip yang berukuran sedang dan mencapai area pangkal ekornya. Lalu ekornya berukuran agak besar dengan bentuk mirip kipas.

Selain itu juga, ikan Jaguar Cichlid mempunyai mulut yang berukuran agak besar dengan bibir yang tebal. Matanya yang berwarna hitam kekuningan juga berukuran besar yang letaknya dibagian atas dekat mulutnya. Corak warna ikan predator ini tampak indah dengan hanya terdiri dari dua warna hitam dan putih yang berupa garis-garis tidak beraturan. Garis yang tidak beraturan tersebut membentuk pola vertikal yang menutupi seluruh area tubuh mulai dari kepala, badan, sirip dan ekornya. Dibagian tengah badannya tampak bercak hitam yang berbentuk hampir bulat dan terlihat sekilas mirip ikan Louhan.

Adapun ikan Jaguar Cichlid ini sudah banyak diperdagangkan ke berbagai negara di kawasan Asia termasuk Indonesia. Kemampuan hidupnya yang dapat beradaptasi dengan kondisi air keruh dan berlumpur membuatnya juga secara tak sengaja ditemukan oleh masyarakat di aliran sungai dan waduk. Selain itu, tidak diketahui juga secara pasti waktu atau tahun mulai ikan ini ramai dipelihara orang-orang di Indonesia. Tapi saat ini, ikan Jaguar Cichlid tergolong jenis ikan hias predator yang cukup digandrungi orang-orang untuk dijadikan ikan peliharaan.

Nah, yang perlu diperhatikan dalam merawat ikan Jaguar Cichlid ini tentunya tidak menyatukannya dengan ikan yang ukuran fisiknya jauh lebih kecil atau lebih besar darinya. Hal ini dimaksudkan agar ikan asal Amerika Tengah ini tidak bertingkah agresif dengan mengejar ikan lain yang tidak disenanginya. Akuarium juga perlu dilengkapi dengan peralatan standar dan dihiasi menggunakan bebatuan kecil maupun tanaman air. Jenis makanan yang bisa diberikan untuknya juga tergolong beragam baik ikan-ikan kecil, cacing beku, cacing merah, dan pita.

Yup, demikianlah penjelasan seputar ikan Jaguar Cichlid yang merupakan ikan hias impor asal Amerika Tengah. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita seputar ragam jenis ikan hias predator yang tidak umum dipelihara kebanyakan orang. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. http://pbatumbulan.blogspot.co.id/2015/07/kerapu-tawar-jaguar-cichlid-bagian-1.html
  2. http://ikanhias-id.blogspot.co.id/2014/08/jaguar-cichlid-nandopsis-managuense.html
Sumber Gambar:
  1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Parachromis_managuensis_2012_G1.jpg

Sabtu, 11 Agustus 2018

Mengenal Lebih Dekat Ikan Sapu-Sapu

Sudah terbit di: https://steemit.com/ikanhias/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-ikan-sapu-sapu

Bila ditanyakan tentang ikan Sapu-Sapu mungkin sebagian besar dari para pembaca sudah mengenal ataupun pernah melihatnya. Hal ini terasa wajar sebab jenis ikan Sapu-Sapu telah lama dikenal sebagai ikan pembersih kaca akuarium. Keberadaannya pun cukup banyak terdapat di area sungai atau kali yang berada di kota maupun pedesaan. Hanya saja, tidak banyak yang tahu bahwa ikan Sapu-Sapu terdiri dari beragam jenis yang tersebar tidak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara lainnya. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalinya.

Ikan Sapu-Sapu merupakan salah satu jenis ikan hias yang bertubuh sedang dengan panjang sekitar 25 sampai 30 cm. Tapi saat dirawat dengan baik ukuran tubuhnya juga bisa mencapai hampir 100 cm. Secara umum bentuk tubuhnya di tiap jenis tergolong hampir serupa dengan bagian bawahnya tampak datar. Kepalanya berukuran agak besar dengan bentuk hampir segitiga dan sedikit datar. Di bagian atas tubuhnya terdapat sirip tegak yang berukuran agak panjang dan lumayan lebar hingga hampir menyentuh pangkal ekornya. Di bagian belakang insang terdapat masing-masing dua sirip yang berukuran sedang dan agak lebar. Lalu ekornya berukuran sedang dengan bentuk menyerupai sirip depannya yang datar.

File:Liposarcus multiradiatus 01 ssj 20050321.jpg
Gambar: Salah satu jenis ikan Sapu-Sapu

Selain itu juga, mulut ikan Sapu-Sapu berada hampir sejajar dengan bagian dagunya yang langsung bersentuhan dengan lantai akuarium. Di bagian sisi samping mulutnya juga terdapat tentakel yang berukuran sedang dan sedikit dengan ikan Arwana atau Lele. Matanya berukuran sedang yang tampak agak menonjol keluar. Lalu corak warnanya biasanya berbeda-beda untuk tiap jenisnya. Tapi secara umum corak warnanya ada yang terdiri dari satu sampai tiga warna dengan warna mencolok dan agak gelap seperti kuning keemasan, hitam, putih, biru laut, dan cokelat.

Keberadaannya ikan Sapu-Sapu biasanya mudah dijumpai di area sungai besar maupun kecil, rawa-rawa, dan selokan. Kemampuan bertahan hidupnya tergolong sangat tinggi yang bahkan melebihi daya hidup ikan Lele maupun Gabus. Sebab ikan Sapu-Sapu juga mampu berenang dengan kondisi air yang tidak hanya berlumpur tapi juga dipenuhi zat-zat kimia berbahaya. Untuk itulah, jenis ikan ini tidak dianjurkan dikonsumsi masyarakat karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Penyebaran ikan yang termasuk dalam keluarga Loricariidae ini tidak hanya terdapat di Indonesia tapi juga di banyak negara lainnya hingga mencapai Benua Amerika. Jenis ikan Sapu-Sapu pun juga tergolong beragam tapi yang umumnya dikenal orang-orang untuk dijadikan ikan hias hanya ada beberapa mulai dari ikan Hypancitrus Zebra, Sapu-Sapu Leopard, Sapu-Sapu Leopard Frog Pleco, Golden Royal Lne Pleco, dan lainnya. Saat berada di akuarium biasanya ikan ini akan berada di bagian dasar atau menempel di dinding kacanya. Gerakannya tergolong lambat dengan lebih suka berdiam diri untuk jangka waktu yang lama. Begitu juga dengan makanan yang disantapnya umumnya berupa sisa makanan dari ikan hias lain, jamur, dan lumut. Dengan menyantap makanan sisa maupun jamur maka membuat kondisi akuarium tampak bersih.

Walaupun demikian, ikan Sapu-Sapu juga dikenal suka menyerang atau menempel pada ikan hias yang tubuhnya sedang terluka. Tujuan ikan pembersih ini menempel tak lain untuk memakan kuman atau sisa daging dan kulit yang masih menempel di tubuh ikan hias. Alhasil luka yang dialami ikan hias tersebut sangat sulit untuk sembuh. Akan tetapi, pada dasarnya sifat ikan Sapu-Sapu terkenal cukup ramah dan mampu hidup berdampingan dengan jenis ikan lainnya dalam satu akuarium. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  • http://www.manandshark.com/blog/seluk-beluk-ikan-sapu-sapu-hingga-bahayanya-dikonsumsi/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sapu-sapu
Sumber Gambar:
  1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Liposarcus_multiradiatus_01_ssj_20050321.jpg