Selasa, 06 November 2018

Mengenal Keindahan Ikan Pygmy Gurami

Sudah terbit di: https://steemit.com/ikanhias/@lerengbukit/mengenal-keindahan-ikan-pygmy-gurami

Jenis ikan Gurami tergolong salah satu dari beragam jenis ikan air tawar yang sudah umum dikenal orang-orang di Indonesia. Hanya saja, orang-orang yang mengenal jenis ikan Gurami seringnya untuk dikonsumsi dengan mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan yang lezat. Selain itu, ukuran jenis ikan Gurami yang dikonsumsi pun tergolong cukup besar dengan bentuk pipih. Walaupun demikian, ada juga jenis ikan Gurami yang ukuran tubuhnya tergolong kecil dan memiliki corak warna yang indah. Adapun nama jenis ikan Gurami tersebut adalah ikan Pygmy Gurami.

Ikan Pygmy Gurami merupakan salah satu jenis ikan Gurami yang berasal dari keluarga Osphronemidae. Penyebaran ikan Pygmy Gurami tidak hanya terdapat di wilayah Indonesia tapi juga tersebar di beberapa negara lainnya seperti Thailand dan Vietnam. Di alam liar keberadaan ikan mungil ini mendiami area danau, rawa-rawa, sungai, dan kanal pengairan yang tidak terlalu dalam. Selain itu, area sungai atau danau yang menjadi habitatnya banyak ditumbuhi tanaman air dan terdapat bebatuan untuk tempatnya bersembunyi dari ikan predator.

File:Trichopsis pumila,.jpg
Gambar: Ikan Pygmy Gurami

Begitu pula dengan ukuran tubuh ikan Pygmy Gurami tampak sangat kecil dengan panjang hanya sekitar 4 sampai 5 cm saja. Tubuhnya berbentuk agak pipih yang terlihat memanjang dan hampir tidak mirip seperti ikan Gurami pada biasanya. Tapi bentuk tubuh ikan Pygmy Gurami sekilas menyerupai ikan Cupang dan Sepat Siam hias. Kepalanya berukuran sedang dengan bentuk agak lonjong. Matanya berukuran sedang dengan pupil berwarna hitam dan iris terlihat kebiruan cerah. Pada bagian atas punggungnya terdapat sirip yang berukuran panjang dan tidak terlalu lebar. Dibagian perutnya terdapat sepasang sirip yang berukuran agak panjang. Dibelakang sepasang sirip tersebut juga terbentang sirip hingga mencapai area pangkal ekornya. Lalu ekornya berukuran sedang dan bisa dikembangkan yang mirip seperti kipas.

Adapun corak warna yang tampak pada ikan Pygmy Gurami juga tergolong sangat indah yang terdiri dari beberapa jenis seperti biru tua metalik, biru muda metalik, merah tua, putih, dan cokelat. Warna biru tua metalik menutupi hampir seluruh area sirip dan ekornya dengan pola berupa garis-garis bergelombang. Warna biru muda metalik tampak di bagian badannya mulai dari belakang mata sampai dengan pangkal ekornya dengan pola garis tebal secara horizontal dan vertikal. Warna merah tua hanya terlihat menutupi area sirip dan ekornya di bagian batas pinggirnya. Warna putih tampak di bagian area tubuh mulai dari sekitaran mulut sampai pangkal ekornya. Lalu warna cokelat terlihat di bagian badannya berupa garis tebal horizontal dan juga vertikal secara tidak beraturan.

Sewaktu hendak memelihara ikan yang bernama latin Trichopsis pumila ini sebaiknya meletakkannya dalam akuarium yang berukuran sedang sampai besar. Air yang ditaruh dalam akuarium sebaiknya memiliki kadar suhu sekitar 25 sampai 28 derajat Celcius dengan pH berkisar maksimal tujuh. Akuarium juga perlu dihiasi dengan tanaman air hidup atau buatan beserta kayu apung dan bebatuan kerikil kecil untuk tempatnya bersembunyi. Selain itu, agar corak warna nya terlihat semakin indah sebaiknya dilengkapi dengan lampu yang bercahaya agak gelap dan mencolok. Dan juga, ikan Pygmy Gurami pun bisa disatukan bersama jenis ikan hias lainnya yang berkarakter dan berukuran serupa.

Nah, demikianlah penjelasan seputar ikan Pygmy Gurami yang tergolong jenis ikan Gurami yang bertubuh mungil dan memiliki corak warna yang sangat indah. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah wawasan kita seputar ragam jenis ikan hias yang jarang dipelihara orang-orang. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.majalahikan.com/2015/10/pygmy-gourami-ikan-hias-air-tawar.html

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Trichopsis_pumila,.jpg

Rabu, 24 Oktober 2018

Menyelami Keganasan Ikan Hias Toman

Sudah terbit di: https://steemit.com/ikanhias/@lerengbukit/menyelami-keganasan-ikan-hias-toman

Bila ditanyakan tentang ikan Toman mungkin sebagian besar dari para pembaca sudah mengenal ataupun bahkan melihatnya secara langsung di perairan sungai. Hal ini dirasa wajar sebab keberadaan jenis ikan Toman cukup banyak di perairan kita dan tersebar merata di berbagai daerah. Hanya saja, kebanyakan orang-orang yang mengenalnya dikarenakan sering dikonsumsi dan diolah ke berbagai jenis makanan. Padahal jenis ikan Toman juga terkadang dijadikan sebagai ikan peliharaan dalam akuarium dan kolam. Untuk itu pada artikel ini coba menguliknya lebih jauh lagi agar semakin banyak yang mengenalnya.

Ikan Toman merupakan salah satu jenis ikan predator air tawar yang masih satu keluarga dengan ikan Gabus yakni keluarga Channidae. Keberadaan ikan Toman di Indonesia tersebar hanya di beberapa pulau besar saja seperti Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau disekitarnya. Tapi ikan ini juga telah diintroduksi ke berbagai daerah lainnya di pulau Jawa dengan ditaruh di sungai dan danau. Di luar negeri, ikan ini pun diketahui terdapat di perairan tawar negara Malaysia, Thailand, Laos, India, Myanmar, dan India.

File:Channa micropeltes 2012 G1.jpg
Gambar: Ikan Toman di dalam akuarium

Ukuran fisik ikan yang bernama latin Channa Micropeltes ini tergolong cukup besar dengan panjang dapat mencapai satu meter. Tubuhnya sekilas mirip ikan Gabus yang tampak besar dengan bentuk memanjang. Dibagian atas punggungnya terdapat sirip yang dapat ditegakkan dan terbentang hingga ke area pangkal ekornya. Dibelakang insangnya terdapat sirip utama yang berukuran sedang dan tidak terlalu lebar. Di area bawah perut juga terdapat sepasang sirip yang berukuran kecil. Dan dibelakang sepasang sirip kecil tersebut juga terlihat sirip yang berukuran sedang dan terbentang hingga pangkal ekor. Lalu ekornya mirip ikan Cupang yang berukuran cukup lebar.

Disamping itu juga, bentuk kepalanya agak lebar dengan mata yang besar dan mulut lebar serta dilengkapi gigi kecil yang tajam. Sekujur tubuhnya diselimuti sisik yang berukuran kecil dan terlihat jelas saat terkena cahaya. Corak warna tubuhnya tergolong agak beragam mulai dari hitam, putih, hijau, dan cokelat. Warna hitam terlihat di bagian kepala, sirip, ekor, dan badannya. Warna putih terdapat dibagian bawah badannya baik di area dagu, perut, hingga ke pangkal ekornya. Warna hijau tampak dibagian atas kepala dan punggungnya. Lalu warna cokelat terlihat di bagian sisi wajah belakang mata dan badannya.

Karakter atau sifat ikan Toman dikenal sangat agresif yang bahkan tidak segan menyerang binatang besar dan manusia yang berada dekat dengan nya. Biasanya sifat agresif ini muncul saat anaknya sedang berada dalam ancaman atau merasa terganggu sehingga sang indukan bertindak agresif dengan mencoba menggigit siapapun yang mengancam anak-anaknya. Selain itu juga, ikan Toman tergolong ikan predator yang menyantap ikan-ikan berukuran kecil, katak, dan serangga. Begitu agresif dan predatornya jenis ikan Toman ini sampai bisa mengancam kelestarian jenis ikan lain yang berada di sungai atau danau yang ditinggalinya. Hal ini pun terbukti dari adanya kampanye agar tidak melepasliarkan bibit atau indukan ikan Toman di perairan sungai dan danau di Pulau Jawa. Selain itu juga, ikan Toman termasuk kedalam daftar hitam yang dilarang keberadaannya di Inggris dan Amerika Serikat karena telah mengancam kelangsungan hidup ikan lokal yang berada di sungai dan danau.

Walaupun ikan Toman memiliki ukuran raksasa dan agresif tapi tidak mengurangi minat orang-orang untuk memeliharanya dalam akuarium ataupun kolam. Hal ini dikarenakan corak warna tubuhnya tergolong indah dan termasuk cukup tenang saat berenang di akuarium. Selain itu, harga ikan Toman di pasaran terbilang lumayan tinggi yang mencapai di atas ratusan ribu rupiah yang disesuaikan dari keindahan corak warna dan ukuran tubuhnya. Hanya saja, mengingat ikan Toman sangat agresif dan mampu mengancam keselamatan maka ada baiknya bertanya terlebih dahulu bagi yang sudah pernah memelihara agar tidak salah saat merawatnya dalam akuarium. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. https://www.infoikan.com/2016/09/ini-dia-tips-cara-budidaya-ikan-toman.html
  2. http://www.majalahikan.com/2016/04/mengenal-lebih-dekat-ikan-toman.html
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Toman
Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Channa_micropeltes_2012_G1.jpg