Kamis, 21 Maret 2019

Kiat Menyusun Tugas Akhir

Sudah terbit di: https://steemit.com/umum/@lerengbukit/kiat-menyusun-tugas-akhir

Sebagian besar dari kita menginginkan sekolah setinggi mungkin untuk memperoleh bekal hidup yang lebih baik. Akan tetapi, tidak banyak yang memiliki kesempatan untuk mengecap sekolah sampai bangku perkuliahan. Bahkan orang-orang yang beruntung beruntung sekalipun bisa putus di tengah jalan atau lulus lama karena berbagai persoalan. Salah satu masalah di bangku perkuliahan adalah proses menyusun tugas akhir atau skripsi. Kiat menyusun tugas akhir khususnya skripsi menjadi pilihan kali ini karena jumlah mahasiswa S1 jauh melebihi S2 dan S3 di Indonesia, tentu dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Selain itu, drama dalam menyusun skripsi lebih banyak dirasakan kebanyakan orang baik yang kuliah di kampus top atau kampus-kampus lainnya. Nah, agar selalu termotivasi dalam mengerjakan tugas akhir ini kita harus tahu kiat-kiatnya agar siap menghadapi dan menjalani prosesnya.

C:\Users\Pohan\Downloads\writing-1516440488vKR.jpg
Gambar 1. Menulis dengan Laptop.

1. Ketahui, Pahami dan Tuliskan Topiknya.

Pertarungan pertama ketika bertemu dengan dosen pembimbing (dosbing) adalah diterima atau tidaknya judul yang kita ajukan. Sebelum mengajukan judul kita harus tahu topik apa yang akan diangkat (lebih lengkap kalau sudah mengerjakan bab 1 walaupun berupa gambaran besar). Minimalnya kita sudah tahu topik utama dan mengapa penting untuk dibahas. Cara mudahnya adalah baca saran skripsi atau penelitian sebelumnya. Biasanya ditulis kekurangan skripsi atau penelitian tersebut dan kita bisa melanjutkan penelitiannya dengan saran yang telah ditulis. Jika topik sudah dikuasai apalagi ditambah dengan teori-teorinya maka kita tidak akan takut debat dengan dosbing. Sehingga besar kemungkinan topik dan judul yang diajukan akan diterima. Poin tambahan jika kita telah mempersiapkan beberapa topik dan judul sekaligus ketika bertemu dosbing. Ketika judul pertama yang diajukan tidak diterima, kita bisa langsung memberikan opsi lainnya yang memungkinkan akan diterima oleh dosbing. Hal ini sewajarnya dilakukan untuk menghemat waktu, karena ada kalanya dosbing susah ditemui selama berminggu-minggu.

2. Atur Waktu Khusus Pengerjaan

Setelah topik dan judul diterima kita harus segera mengerjakan tugas akhir ini sebaik dan secepat mungkin. Masalahnya adalah semangat ketika mengerjakan tugas akhir ini gampang pasang-surut. Sehingga kita harus memaksa diri dalam pengerjaannya. Salah satu caranya adalah dengan menetapkan waktu-waktu tertentu khusus untuk pengerjaannya. Kita bisa menetapkan tiga-lima jam setiap hari untuk menulisnya untuk pagi, siang, sore, malam bahkan dini hari. Tentu dalam menetapkan waktu ini harus melihat diri sendiri dimana dalam waktu tersebut kita dapat fokus dalam mengerjakan sesuatu.

3. Pilih Tempat Khusus

Mengerjakan tugas akhir memiliki dinamika tersendiri dan memakan waktu, sehingga jika ingin segera menyelesaikannya kita harus menjaga semangat, motivasi dan ritme pengerjaannya. Beberapa hal yang mendukung adalah memilih tempat untuk mengerjakan. Sebagian besar orang akan memilih perpustakaan kampus atau daerah karena kondisinya yang sangat kondusif. Selain perpustakaan kita dapat memilih tempat lain cocok seperti café, taman, rumah teman, rumah ibadah (beberapa orang lebih tenang dan semangat menulis tugas akhir di teras masjid), atau tempat lainnya yang kira-kira mendukung.

4. Minta Doa dan Motivasi Diri Sendiri

Motivasi tentu menjadi faktor utama dalam menjalani proses penulisan tugas akhir. Karena masing-masing yang menjalaninya memiliki cerita sendiri. Banyak diantaranya harus berhadapan dengan dosbing killer atau dosbing yang sibuknya luar biasa sehingga sulit untuk ditemui walaupun Cuma 10 menit. Salah satu motivasi yang baik adalah minta doa dari orang tua, biasanya setelah bicara dan minta doa orang tua kita akan lebih semangat dan siap menerima ujian dan drama penulisan tugas akhir sampai selesai. Kalau perlu kita minta maaf terlebih dahulu kepada orangtua, mungkin karena kesalahan kita dimasa lalu yang menyebabkan proses tugas akhir menjadi terhambat.

5. Proaktif

Adakalanya kita harus aktif dalam menghubungi dosen untuk bimbingan karena sebagian besar dosbing memiliki jadwal yang padat sehingga kita harus rajin menanyakan dan memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk menghubungi dosbing. Masalah lain yang menuntut keaktifan mahasiswa adalah ketika mencari data. Terlebih data primer dan wawancara langsung, karena tahapan ini bisa disebut mudah-mudah susah. Karena banyak bergantung kepada faktor keberuntungan. Terkadang pihak yang mau diwawancarai sudah mengiyakan namun pada harinya justru batal.

Banyak hal lain yang mendukung pengerjaan tugas akhir. Namun, 5 kiat di atas dapat membantu pengerjaan tugas akhir dengan lancar. Pelengkap yang tepat dari kiat sebelumnya adalah kerja keras dan doa. Semoga kamu pejuang tugas akhir dapat segera menyelesaikannya dengan baik.

Oleh: Ahmad Azhari Pohan
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Gambar:
1. https://www.publicdomainpictures.net/en/view-image.php?image=241035&picture=writing

Sumber:
1. http://jejakdosen.com/tips-menulis-tugas-akhir-mahasiswa/
2. https://janartos.wordpress.com/2012/11/30/panduan-menulis-tugas-akhir/

Senin, 31 Desember 2018

Mengenal Lebih Dekat Kukang Jawa Yang Terancam Punah

Sudah terbit di: https://steemit.com/kukang/@lerengbukit/mengenal-lebih-dekat-kukang-jawa-yang-terancam-punah

Bila ditanyakan tentang Kukang Jawa mungkin hanya sedikit di antara kita yang mengenal ataupun pernah melihatnya di alam liar. Hal ini dirasa sebab keberadaannya diketahui hanya tersebar di Indonesia saja. Daerah yang menjadi habitatnya pun tidaklah tersebar merata melainkan hanya terdapat di beberapa daerah saja. Selain itu, populasinya di alam liar pun kian menyusut yang membuat statusnya menjadi terancam punah. Untuk itu lah pada tulisan ini coba menguliknya secara mendalam agar kita bisa semakin mengenal tidak hanya tentang ciri fisik tapi juga kehidupannya di alam liar.

Kukang Jawa termasuk salah satu dari tiga jenis kukang yang tersebar di wilayah hutan Indonesia. Area persebarannya diketahui hanya terdapat di Pulau Jawa saja yang mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Selain itu, area alam liar yang menjadi habitatnya diketahui hanya tersebar di pegunungan dengan ketinggian maksimal sekitar 1600 meter di atas permukaan laut seperti Pegunungan Dieng, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dan area pegunungan yang terdapat populasi Kukang Jawa biasanya memiliki hutan yang cukup lebat seperti hutan primer dan sekunder yang letaknya cukup jauh dari pemukiman masyarakat.

Berkas:Nycticebus javanicus 002.jpg
Gambar: Kukang Jawa

Biasanya saat berada di alam liar dikenal cukup aktif berburu di malam hari atau akra disebut sebagai hewan nokturnal. Walaupun aktif berburu saat malam hari tapi gerak tubuhnya sangat lah lambat atau terlihat seperti tidak agresif untuk menangkap hewan buruannya. Caranya dalam mencari makanan dilakukan dengan bergerak perlahan dari atas ranting pohon ataupun bambu hingga bisa menangkap mangsa buruannya. Jenis makanannya dikenal cukup bervariasi mulai kadal, tikus, serangga, dan buah-buahan yang banyak terdapat di hutan. Dan kebiasaannya saat mencari makanan seringnya dilakukan secara sendirian dan hanya akan berkumpul dikala memasuki musim kawin.

Adapun ciri fisik hewan yang bernama latin Nycticebus Javanicus ini tergolong lumayan kecil dengan panjang hanya sekitar 30 cm dan berat tubuhnya tak lebih dari 687 gram saja. Corak warna yang tampak di badannya terdiri dari warna cokelat muda, hitam keabu-abuan, putih kusam, dan cokelat muda keabu-abuan krim. Warna cokelat muda tampak jelas di bagian atas matanya berupa garis tebal vertikal dan di area atas kepalanya juga. Warna hitam keabu-abuan hanya terlihat di bagian sepanjang punggungnya berupa garis tebal panjang saja. Warna putih kusam terdapat di bagian wajah, belakang, kepala, pangkal punggung, tenggorokan, dada, dan perutnya. Lalu warna cokelat muda keabu-abuan krim terlihat jelas di bagian punggung, ekor, area lengan depan, dan kaki belakangnya.

Selain itu juga, kepala Kukang Jawa berukuran sedang dengan bentuk agak oval dan area mulutnya terlihat sedikit maju ke depan yang berukuran kecil. Matanya yang berbentuk bulat berukuran lumayan besar dengan warna hitam di bagian pupil dan cokelat tua di area sekitaran pupilnya. Telinganya yang terletak di bagian masing-masing ujung kepala berukuran lumayan kecil yang ditutupi oleh bulu-bulunya yang agak lebat. Kedua tangan depannya berukuran agak panjang yang tidak terlalu besar dengan cakar yang tajam. Kedua kaki di belakangnya juga berukuran agak panjang yang terlihat lumayan besar. Pada bagian belakang badannya ditumbuhi ekor yang berukuran sangat pendek. Akan tetapi, Kukang Jawa juga mempunyai perlindungan berupa bisa atau racun yang dihasilkan oleh kelenjar di bagian dalam lengan sikunya. Bisa atau racun tersebut biasanya dimasukkan ke dalam mulutnya yang selanjutnya menjadi senjata bagi taringnya saat menggigit mangsa buruannya atau sebagai cara untuk berlindung dari ancaman yang membahayakan.

Nah, dikatakan pada paragraf awal bahwa Kukang Jawa termasuk hewan yang populasinya di alam liar mengalami penurunan yang cukup drastis dan membuat statusnya menjadi “Kritis” atau sangat mendekati kepunahan. Langkanya populasi primata endemik ini tidak hanya dipengaruhi sempitnya area persebaran tapi juga tingginya penangkapan liar untuk dijual di pasar gelap dan dijadikan hewan peliharaan. Lebih parahnya, primata Kukang Jawa yang dipelihara terkadang gigi taringnya dipotong yang membuatnya cukup sulit untuk mencari makanan saat dilepasliarkan di alam liar.

Untuk itu lah agar populasi Kukang Jawa di alam liar tidak punah maka perlu menjaga kelestarian alam liar yang menjadi habitatnya dan pula tidak menjadi bagian dalam menangkap, memperdagangkan, ataupun membuatnya menjadi hewan peliharaan. Sebab sebenarnya Kukang Jawa yang memiliki bisa atau racun termasuk hewan ganas yang malah dapat membahayakan diri kita sendiri saat berada di dekatnya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kukang_jawa
  2. https://alamendah.org/2014/05/24/kukang-jawa-paling-terancam-punah/
  3. http://www.mongabay.co.id/2015/01/19/si-imut-kukang-dan-tujuh-fakta-uniknya/
Sumber Gambar:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Nycticebus_javanicus_002.jpg