Selasa, 26 Juni 2018

Cara Membedakan Daging Ayam Segar dan Ayam Tiren

Sudah terbit di: https://steemit.com/ayam/@lerengbukit/cara-membedakan-daging-ayam-segar-dan-ayam-tiren

Daging ayam merupakan salah satu bahan makanan paling populer dan mudah diperoleh di pasar dan swalayan. Namun, banyak kecurangan yang dilakukan pedagang untuk memperoleh untung lebih. Oleh karena itu, sebagai konsumen kita harus memiliki pengetahuan dan jeli dalam memilih daging ayam yang segar dan mampu membedakan antara daging ayam segar dan ayam tiren (mati kemarin). Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan kedua daging tersebut adalah:

C:\Users\Pohan\Downloads\stock-photo-raw-hen-on-a-white-background-315615884.jpg
Gambar 1. Daging Ayam

1. Perhatikan Warna Dagingnya
Daging ayam segar berwarna kuning segar. Daging ayam tiren pada beberapa bagian akan kelihatan warna merah kebiruan, pucat dan tidak segar. Hal ini pertanda bahwa ayam tersebut mati karena bukan disembelih sehingga masih terdapat darah di dalam daging ayam tersebut yang kemudian menyebabkan perbedaan warna pada daging.

2. Tekstur Daging
Tekstur daging ayam segar halus jika disentuh. Sedangkan pada ayam tiren sedikit kasar. Namun, bagi daging ayam tiren yang diberi formalin akan licin dan terlihat mengkilat. Tanda lainnya adalah terdapat bekas cabutan bulu di daging ayam tersebut. Ayam segar ketika disembelih kemudian dicabut bulunya akan meninggalkan bekas pada pori-porinya. Ayam segar ketika baru disembelih pori-porinya akan tertutup karena sel yang ada di daging belum mati seluruhnya. Sedangkan ayam tiren semua sel telah mati dan ketika bulunya dicabut maka pori-porinya tidak akan tertutup.

3. Tekanan Pada Daging
Daging ayam segar ketika ditekan akan cepat kembali ke keadaannya yang semula, begitu juga ketika sendi pada daging ayam digerakkan itu elastis. Sedangkan pada ayam tiren akan sulit kembali karena dagingnya tidak lentur, sendinya sendiri sulit digerakkan karena telah lama mati dan menjadi kaku.

4. Aroma
Aroma pada daging ayam segar berbau harum dan has daging ayam segar, sedangkan pada ayam tiren berbau busuk dan agak amis. Penyebab bau busuk ini dikarenakan darah yang masih tersisa di dalam daging ayam tiren. Darah merupakan media yang sangat baik bagi bakteri pembusuk. Namun, ada cara alami untuk menghilangkan bau busuk pada ayam tiren dengan menggunakan air bekas cucian beras. Ketika bau busuknya mulai tercium lagi makan daging ayam tiren akan direndam kembali ke air cucian beras tersebut.

5. Potongan Pada Leher
Pada daging ayam segar potongannya tidak simetris, hal ini dikarenakan ketika ayam hidup disembelih terjadi kontraksi pada daging ayam sehingga potongannya tidak akan rapi. Sedangkan pada ayam tiren potongan pada lehernya akan rapi karena tidak terjadi kontraksi pada otot daging ayam tiren.

6. Daging Paha Pada Daging
Warna daging paha pada ayam segar akan berwarna merah muda, sedangkan pada ayam tiren berwarna merah tua atau kecokelatan.

7. Harga
Harga ayam segar berkisar Rp 32.000/kg namun ini bergantung pada harga di masing-masing daerah, namun harganya tidak akan berbeda jauh diantara masing-masing penjual daging ayam. Sedangkan pada ayam tiren lebih murah. Ketika masih pagi harga dagingnya beda sedikit dengan daging segar, namun semakin siang harga dagingnya akan semakin murah.

Beberapa cara di atas dapat dijadikan acuan dalam menilai daging ayam yang segar dan tiren. Sehingga para konsumen dapat lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan yang baik untuk dirinya dan keluarganya.

Oleh: Ahmad Azhari Pohan
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Gambar:
1. https://www.shutterstock.com/image-photo/raw-hen-on-white-background-315615884?irgwc=1&utm_medium=Affiliate&utm_campaign=Kratochvil&utm_source=39150&utm_term=

Sumber:
1. http://health.liputan6.com/read/660485/cara-bedakan-daging-ayam-tiren-berformalin-dan-ayam-sehat
2. http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2947/


Related Posts :